TANGERANG — Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel HM Saleh Asnawi mengharapkan agar tahun 2017 mendatang, seluruh SMP yang ada di Kota Tangsel bisa menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sebab, dari sisi anggaran, Pemkot Tangsel dianggap mampu.
“Kalau ujian tahun ini kan mungkin hanya beberapa SMP saja yang memang siap melaksanakan UNBK. Nah, saya harap tahun depan ada penyeragaman, seluruh SMP harus bisa menerapkannya (UNBK-red),” kata Saleh Asnawi, Kamis (7/4).
Menurut Saleh, jika melihat dari pelaksanaan UNBK tingkat SMA yang telah digelar beberapa hari lalu sudah cukup baik. Seperti di SMAN 2 Tangsel. Pihak sekolah terlihat sangat siap dalam pelaksanaannya. Baik komputer serta perangkat pendukung lainnya dianggap sudah siap. “Tapi masih ada kekurangan, satu ruangan yang tidak ada komputernya,” tambahnya. Namun, lanjut Saleh, yang cukup membuat kekhawatiran dalam UN itu faktor teknis seperti listrik dan komputer.
Ke depan Pemkot melalui dinas terkait harus mampu menyediakan sarana dan prasarana untuk menjamin ujian bisa terlaksana dengan baik tanpa dibayang-bayangi kekhawatiran. “Harus disediakan teknisi, jika terjadi hang termasuk genset dan UPS, untuk mengantisipasi terjadinya listrik padam. Tapi masalahnya, tahun depan pengelolaan SMA sederajat itu kan sudah diambil alih oleh provinsi,” ujarnya lagi.
Dengan peralihan pengelolaan SMA dari daerah ke provinsi, Saleh berharap agar Pemkot Tangsel bisa memaksimalkan anggaran untuk menyiapkan sarana dan prasarana pendukung untuk UNBK bagi SMP. Terlebih, kata dia, pada UN tahun 2015 lalu, sejumlah SMP telah menerapkan UNBK. Namun demikian, kata dia, itu semua tergantung kesiapan dari pihak sekolah termasuk siswa untuk melaksanakan UNBK. Ketika siap, pihak sekolah bisa mengusulkan sarana dan prasarana pendukung untuk penerapan UNBK kepada Pemkot Tangsel. (ASP/Radar Banten)









