PADARINCANG – Agung Badriawan (18) tewas tenggelam di Kali Suarna di Kampung Kebon Cau, Desa Curuggoong, Kecamatan Padarincang. Siswa SMKN 5 Kota Serang itu tenggelam karena terpeleset, lantaran keenakan melakukan selfie bersama teman-teman sekolahnya yang sedang berlibur, Selasa (12/4/2016) pukul 14.30 WIB.
Teman-teman korban melaporkan kejadian itu kepada warga. Lalu, warga melakukan pencarian dibantu aparat Polsek Padarincang, BPBD Kabupaten Serang, PMI Kabupaten Serang, dan Basarnas. Hanya saja upaya pencarian tidak langsung membuahkan hasil. Korban baru bisa ditemukan pada Rabu (13/4/2016) pukul 11.30 WIB di dasar sungai oleh tim penyelam.
Pantauan Radar Banten kemarin, sejumlah tim terlihat kewalahan menguasai medan, sebab sungai dipenuhi dengan bebatuan dan arusnya deras. Selama upaya pencarian di hari kedua itu, warga turut melakukan doa bersama agar korban cepat ditemukan. Sedangkan empat tim penyelam dari BPBD Kabupaten Serang yakni Taufik hidayat, Aldi Irwan, Misaja, dan Salim terus melakukan upaya pencarian hingga akhirnya korban ditemukan pukul 11.30 WIB.
Setelah ditemukan, korban dibawa ke RSUD dr Dradjat Prawiranegara dengan menggunakan ambulans. Selanjutnya, korban dibawa ke Jakarta, sebagai tempat kelahirannya.
Taufik Hidayat, salah seorang tim penyelam mengatakan, korban ditemukan di kedalaman kurang lebih tiga meter dari permukaan air. Saat itu, korban telentang di dasar sungai yang tenang. Penyelam sempat kewalahan banyak bebatuan. “Air memang terlihat dari permukaan itu kencang, tetapi di dasar tidak, sehingga korban tidak akan bisa muncul ke permukaan karena terhalang pusaran air,” ujar Taufik kepada Radar Banten seusai melakukan penyelaman, Rabu (13/4/2016).
Kepala Seksi Tanggap Darurat dan Evakuasi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Nivan Zulviana mengaku, baru menerima laporan tersebut dari aparat pada Selasa (12/4/2016) pukul 18.00 WIB dan langsung terjun ke tempat kejadian dengan membawa kurang lebih 14 personel. “Peralatan yang kami butuhkan seperti alat penyelam dikerahkan mengingat medan yang cukup sulit,” katanya.
Kapolsek Padarincang AKP Wahyu Diana mengungkapkan, peristiwa tersebut murni akibat kelalaian korban. Ia mengimbau agar masyarakat untuk berhati-hati. “Kejadian ini harus menjadi pelajaran dan ini musibah,” tandasnya.
Kepala Desa Curuggoong, Kecamatan Padarincang, Mimi menjelaskan, Kali Suarna merupakan sarana yang biasa dijadikan sebagai tempat liburan. Namun, baru kali ini ada pengunjung meninggal. “Itu (Kali Suarna-red) tempat main, warga juga sering nongkrong, hanya saja korban tidak mengetahui medan. Ini musibah,” katanya. (Irfan M/Radar Banten)










