SERANG – Warga Perumahan Taman Ciruas Permai (TCP) geger pada Selasa (19/4/2016) pagi. Penyebabnya, penemuan sesosok mayat bayi laki-laki di semak-semak dekat perumahan.
Penemu mayat bayi laki-laki itu adalah anak-anak yang hendak berangkat sekolah sekira pukul 06.30 WIB. Saat ditemukan, posisi mayat bayi itu telungkup. Ari-ari atau plasentanya masih menempel di tubuh mayat bayi.
“Saya dapat laporan dari anak-anak yang mau berangkat sekolah. Saya panggil warga untuk nungguin (mayat bayi-red) agar jangan dibawa binatang, lalu saya lapor ke pos (Polsek Ciruas-red),” kata Tri Haryono, warga sekitar lokasi kejadian, seperti dilansir Harian Radar Banten.
Melihat ari-ari masih menempel, bayi malang itu diduga kuat dilahirkan pada Senin (18/4/2016) malam atau Selasa dini hari, kemudian sengaja dibuang di dekat perumahan yang terletak di Desa Pelawad, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang itu. Ceceran darah juga masih tampak jelas hingga beberapa meter dari lokasi penemuan mayat bayi.
“Warga blok A, di sini, enggak ada yang hamil. Posisi (mayat bayi laki-laki-red) sudah komplit berikut ari-arinya. Baru sekarang (ada penemuan mayat bayi di Perumahan TCP-red),” ungkap Tri Haryono.
Mayat bayi itu telah diidentifikasi dan dibawa ke RS Drajat Prawiranegara, Kota Serang, oleh anggota Polsek Ciruas dan tim forensik untuk keperluan autopsi. “Untuk ibu kandungnya, masih diselidiki,” tegas Kapolsek Ciruas Komisaris Polisi (Kompol) Arief Kurniawan.
Dugaan polisi saat ini, bayi malang itu dibuang pelaku pada Selasa dini hari. “Yang jelas, ada kelainan (cacat fisik-red) pada bayi,” ungkap Arief. (Merwanda/Radar Banten)










