CILEGON – Puluhan orang yang tergabung dalam Permaks (Persaudaraan Mantan Karyawan Krakatau Steel) mendatangi kantor Dana Pensiunan PT. KS (DPKS) untuk mempertanyakan adanya potongan gaji tanpa ada persetujuan terlebih dahulu.
Ketua Permaks Djapiter Tinambunan bersama ribuan mantan karyawan KS merasa kaget ketika melihat gaji bulan lalu.
“Gaji kita dipotong Rp.5000. Kita ingin mempertanyakan pemotongan ini kepada DPKS selaku pihak pengelola,” ujar Djapiter, Rabu (20/4/2016).
Ia menuntut penjelasan dari DPKS perihal adanya pemotongan sebesar Rp5000 ketika gaji ditransfer ke Bank BRI.
“Kita bukan masalah besar kecilnya pemotongan ini, tapi perlakuannya. Pensiunan yang tergabung dalam permaks ini ada sekitar 4500 orang,” katanya.
Dijelaskan Djapiter, pihak Bank BRI menyalurkan gaji pensiunan PT. KS.
“Kita ingin tahu siapa yang mengambil uang itu. Kita dapat informasi bahwa BRI yang melakukan pemotongan. Kita ingin mempertanyakan juga dasarnya apa BRI memotong uang kita dalam rekening. Saat ini kita sedang menunggu pihak DPKS dan BRI,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, Permaks masih menunggu kedatangan pihak DPKS dan Bank BRI untuk melakukan mediasi yang berlangsung di Kantor DPKS, Kota Cilegon. (Riko)










