SERANG – Memasuki masa Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), pemuda menjadi salah satu pilar utama. Hal itu dikemukakan anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Golkar Andika Hazrumy.
“Salah satu bentuknya, pemuda harus mengkaji terlebih dahulu dampak positif dan negatifnya pembangunan penunjang MEA bagi masyarakat,” ungkap Andika saat menjadi pemateri dalam acara Diskusi ‘Masa Depan Banten di Mata Para Tokoh’ yang diselenggarakan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banten, Kamis (21/4/2016).
Andika mencontohkan, salah satu Program Nasional yang dicanangkan pada saat MEA yakni pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Wilayah Banten. “Karena memang masyarakat yang menjadi objek. Bagaimana masyarakat merasakan atau tidak?” kata Andika.
Andika menjelaskan, program-program nasional salah satu tolak ukurnya adalah sejauh mana kesiapan SDM atau Pendidikan masyarakat Banten.
“Harus juga dilihat, Indeks Pembangunan Manusia (IPM-red) Banten masih rata-rata SMP sedangkan untuk tingkat SMA masih rendah. Ini terjadi di tengah potensi SDA kita yang cukup bagus, seperti industri, pertanian, kelautan, kehutanan dan pariwisata,” kata Andika. (Fauzan Dardiri)








