SERANG – Salah satu fungsionaris DPD Gerindra Banten, Ali Zamroni menilai Ahmad Taufik Nuriman (ATN) gagal paham terhadap mekanisme yang berlaku di Partai Gerindra. Gagal paham yang dimaksud Ali terkait pernyataan ATN yang mengklaim mendapatkan tawaran kursi Ketua DPD Gerindra Banten dari DPP Gerindra.
“Hak prerogatif mengganti ketua DPD dan DPC ada di DPP betul, tapi harus melihat track record membesarkan partai. Saya rasa, Pak Taufik gagal paham terhadap mekanisme yang ada di Gerindra. Terlalu sempit berpikir maju di Pilkada ini membuat sesuatu yang didramatisir,” ujarnya, Kamis (12/5).
Menurut Ali, kedekatan ATN dengan Hashim Djojohadikusumo yang merupakan adik dari Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra Prabowo Subianto, tidak menjamin jika ATN bisa menduduki kursi Ketua DPD Gerindra Banten tanpa melalui mekanisme partai, terlebih ATN dinilai tidak mempunyai kelebihan.
Ali pun menyatakan, seharusnya ATN harus memahami dan tahu cara menghidupkan partai jika ingin menjadi ketua partai. Menurutnya, keinginan ATN untuk menjadi Ketua DPD Gerindra Banten hanya tujuan sesaat.
“Selama ini kan beliau kendaraannya (partai politik,-red) tidak jelas. Saya rasa DPP pasti bijak dalam memutuskan,” kata Ali Zamroni. (Bayu)









