SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mulai merealisasikan program seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP negeri dengan memasuki tahap pengukuran ukuran badan siswa. Tahapan ini dilakukan sebagai persiapan sebelum proses produksi seragam dimulai.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri mengatakan, penyedia seragam yang telah ditetapkan melalui mekanisme e-katalog saat ini mulai melakukan pengukuran langsung di sekolah-sekolah.
“Pengukuran dilakukan agar seragam benar-benar sesuai dengan postur masing-masing siswa. Kami ingin bantuan ini memberikan manfaat maksimal dan tidak ada seragam yang tidak bisa dipakai karena ukurannya tidak pas,” ujar Nuri, Selasa 21 Juli 2026.
Ia menjelaskan, setelah seluruh data ukuran siswa selesai dikumpulkan, penyedia akan langsung memproduksi seragam. Proses produksi diperkirakan memakan waktu sekitar 75 hari kerja atau kurang lebih 2,5 bulan.
Dengan jadwal tersebut, pembagian seragam gratis ditargetkan mulai dilakukan pada awal September 2026. Menurut Nuri, sistem pengukuran langsung dipilih agar setiap siswa memperoleh seragam yang sesuai dengan ukuran tubuhnya, bukan hanya berdasarkan ukuran umum seperti S, M, atau L.
“Jangan sampai siswa yang membutuhkan ukuran besar justru menerima ukuran kecil. Karena itu, semua siswa diukur terlebih dahulu agar hasilnya tepat,” katanya. Ia mengatakan, pada tahun ajaran 2026 program ini baru mencakup pembagian seragam merah putih bagi siswa SD negeri dan seragam putih biru bagi siswa SMP negeri.
Sementara seragam pramuka, olahraga, batik, maupun pakaian hari Jumat belum dapat diberikan karena keterbatasan anggaran.
Program seragam gratis diprioritaskan bagi siswa yang diterima di sekolah negeri. Tahun ini, Pemkot Serang menargetkan sekitar 12.000 siswa SD negeri dan 8.559 siswa SMP negeri menjadi penerima manfaat.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Pemkot Serang mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,8 miliar, terdiri dari Rp1,6 miliar untuk pengadaan seragam siswa SD negeri dan Rp1,2 miliar bagi siswa SMP negeri.
Editor : Rostinah









