SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Gubernur Banten Andra Soni meninjau progres pembangunan Jembatan Piano yang berada di Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang. Jembatan yang menjadi akses utama warga dan menjadi penghubung antara Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang tersebut sudah 25 tahun tidak tersentuh pembangunan.
Andra Soni didampingi oleh Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin menyalami warga yang menanti kedatangannya. Setelah itu, Andra pun kemudian meninjau kondisi jembatan yang lama untuk memastikan kelayakan jembatan tersebut agar tetap aman dilintasi warga selama proses pembangunan belum rampung.
Setelah memastikan lokasi tersebut aman, ia pun kemudian beralih ke proses pengerjaan jembatan. Ia melihat struktur bangunan yang sudah dibuat serta memastikan pembangunan yang dilakukan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Andra mengatakan, progres pembangunan jembatan tersebut sudah mencapai 30 persen. Ia pun menargetkan agar pembangunan bisa rampung di tahun ini. “Target kita bulan November sudah selesai, anggarannya kurang lebih Rp10 miliar, dengan bentang 55 meter dan lebar 5 meter,” katanya saat ditemui usai meninjau jembatan, Selasa 21 Juli 2026.
Andra mengungkapkan, jembatan tersebut terkenal sebagai jembatan piano. Pasalnya, jembatan tersebut tersusun dari balok-balok kayu dan saat dilintasi jembatan memunculkan suara berisik. “Kalau lewat berbunyi, soalnya kayunya sudah longgar,” ujarnya.
Ia mengaku, berdasarkan laporan dari masyarakat, terdapat banyak kejadian yang membahayakan terjadi di jembatan tersebut. Bahkan ada pengendara yang sampai tercebur ke sungai akibat kondisi jembatan yang rusak.
Untuk itu, tahun ini pihaknya mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jembatan lantaran menjadi akses utama masyarakat dan banyak dilalui oleh masyarakat. “Ini jembatan dilalui oleh para santri, para siswa dan juga masyarakat yang melakukan aktivitas ekonomi mereka. Kita targetkan November ini selesai,” tegasnya.
Jalur tersebut, lanjut Andra, bisa jadi jalur alternatif bagi warga yang ingin ke Tangerang ataupun sebaliknya jika lalu lintas di jalan tol dan jalan utama sedang macet. “Jadi, ini juga bagian dari janji kita kepada masyarakat membangun jalan desa sejahtera,” tegasnya.
Andra mengatakan, pada tahun ini pihaknya membangun sebanyak tiga jembatan di Banten melalui program bang Andra, dua diantaranya dibangun di Kabupaten Serang. Selain itu ada juga 30 lebih ruas jalan desa yang dibangun pada APBD murni 2026.
“Semoga saja fiskal kita baik sehingga target kita membangun banyak jalan desa bisa tercapai. Kan kita banyak ya mendapat informasi saat tahu warga di sana sudah dibangun dan tempat lain juga pasti ingin dibangun dan itu sesuatu harapan yang normal, harapan yang wajar sehingga saya tidak menjadikan itu sebagai beban,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibin mengkau bersyukur atas program pembangunan jembatan yang dilaksanakan di Kabupaten Serang. Menurutnya, program tersebut sangat penting dan ditunggu oleh masyarakat lantaran selama 25 tahun jembatan tersebut belum pernah mendapatkan perbaikan. “Berdasarkan informasi sudah 25 tahun tak tersebut pembangunan dalam kondisi seperti ini. Ini sangat ditunggu oleh masyarakat,” tegasnya.
“Ini bukan hanya menghubungkan antar wilayah tapi menghubungkan kehidupan antar warga. Karena apa? Jembatan ini sangat vital, dipakai untuk mobilitas warga dan juga warga beraktivitas ekonomi ini melewati Jembatan Mekarsari baik itu membawa hasil bumi dan juga bekerja ke pabrik dan juga beberapa tempat kerja lain,” ujarnya.
Pembangunan jalan dan jembatan di Kabupaten Serang melalui program Bang Andra bisa mengikis disparitas pembangunan yang ada di Provinsi Banten.
Editor : Rostinah











