SERANG – Ketua Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Banten Tahun Anggaran 2015, Encop Sofia mengatakan, hasil uji petik yang dilakukan di Tangerang dan juga di Serang, lambatnya pembangunan infrastruktur jalan mayoritas disebabkan oleh persoalan pembebasan lahan.
Karena itu, Pansus merekomendasikan agar anggaran pembebasan lahan dimasukan dalam anggaran bantuan keuangan kabupaten/kota, sehingga untuk proses penyediaan lahan menjadi tanggung jawab kabupaten/kota.
“Anggarannya dari provinsi, kemudian programnya dari provinsi juga. Harus juga ada kerja sama dalam pembebasan lahan antara Badan Pertananan Nasional, Biro Aset, DBMTR, lembaga penegak hukum, serta koordinasi dengan kabupaten/kota, sampai tingkat kecamatan dan kelurahan,” ujar Encop, Sabtu (14/5).
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Banten Muflikhah menambahkan, salah satu contoh persoalan pembangunan jalan terlihat dari hasil uji petik yang dilakukan Pansus LKPj ke wilayah Tangerang. Dalam uji petik tersebut diketahui, pembangunan dan pelebaran Jalan Hasyim Ashari di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang masih belum rampung salah satunya karena terkendala pembebasan lahan. Kendala yang dihadapi yaitu luas tanah dan harga tanah berubah-rubah. Bahkan, ada tanah yang mau dibebaskan masih dalam sengketa.
Terkait pembangunan jalan, faktanya berdasarkan hasil uji petik menujukan bahwa pembangunan dan pelebaran jalan itu belum sesuai dengan yang diharapkan. “Karena itu kami meminta agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan seperti yang tertuang di Perda Nomor 2 Tahun 2012 tentang pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan,” ujarnya.
Berdasarkan Perda tersebut, ada enam sasaran prioritas pembangunan jalan yang akan dilebarkan dan dibeton. Enam target tersebut yakni pada ruas Jalan Saketi-Simpang Malingping sepanjang ruas 61,98 kilometer (km), target panjang 48,48 km dan lebar 7 meter; ruas Jalan Citeras-Tigaraksa panjang ruas 25,75 km, target panjang 19,75 km dan lebar 7 meter; ruas Jalan Pakupatan-Palima, panjang ruas 10,30 km, target 9,00 km dan lebar 28 meter; ruas Jalan Palima-Pasar Teneng panjang ruas 40,73 km, target panjang 21,00 km dan lebar 7 meter; ruas Jalan Simpang Muncul-Pamulang-Pajajaran-
Terkait anggaran, untuk pembangunan jalan Saketi-Simpang Malingping sebesar Rp322,150 miliar dilaksanakan tiga tahun mulai 2013-2015; jalan Citeras-Tigaraksa Rp150 miliar dilaksanakan dua tahun mulai 2013-2014; jalan Pakupatan-Palima Rp259,200 miliar dilaksanakan tiga tahun mulai 2013-2015; pembangunan Jalan Palima-Pasar Teneng sebesar Rp138 miliar dilaksanakan tiga tahun mulai 2014-2016; jalan Simpang Muncul–Pamulang–Pajajaran–











