DENGAN skenario Pilgub Banten yang kemungkinan berjalan dengan dua hingga tiga pasang calon, yang dibuat bingung adalah partai. Mereka akan hati-hati menentukan arah koalisi sebab berkaitan dengan kelanjutan kepemimpinan di Banten lima tahun ke depan.
Seperti DPD Partai Demokrat Banten selaku peraih kursi terbanyak keempat di DPRD Banten misalnya, masih bingung menentukan koalisi. Plt Ketua DPD Demokrat Banten Aeng Haerudin mengatakan, saat ini belum menentukan teman koalisi. Namun, ia memastikan bahwa jumlah calon gubernur (cagub) tidak akan lebih dari tiga pasangan calon (paslon). “Melihat perkembangan yang ada, saya kira pilgub hanya akan ada dua, atau paling banyak tiga pasangan calon,” katanya kepada Radar Banten, Sabtu (18/6).
Tiga pasangan calon yakni pasangan yang diusung PDI Perjuangan, Partai Golkar, dan Partai Demokrat. “Sementara yang berkembang kan baru PDI Perjuangan, Demokrat, dengan Golkar. Apakah nanti berkoalisi atau tidak saya belum tahu. Kalau berkoalisi kan cuma ada dua saja,” ujar mantan Ketua DPRD Banten ini.
Ia mengatakan, semua bakal calon baik dari PDI Perjuangan, Demokrat, dan Golkar masih memiliki peluang yang sama pada pertarungan pesta demokrasi lima tahunan di Banten. Namun, ia tidak menampik jika partai lain yang tidak diajak berkoalisi akan memunculkan calon lain di luar tiga partai tersebut.
Aeng mengaku sudah membangun komunikasi dengan sejumlah calon. “Saya sudah membangun komunikasi dengan teman-teman partai dan saya harap bisa berkoalisi dengan siapa pun. Kan dari yang rindang (Golkar) maunya di Banten satu, tapi ending-nya nanti siapa yang menjadi Banten dua saya belum tahu karena yang melakukan komunikasi politik para bakal calon juga. Termasuk sebagai bakal calon wakil, saya berkomunikasi dengan Pak Wahidin Halim dan Andika (bakal cagub Partai Golkar Andika Hazrumy-red),” katanya.
Komunikasi juga dibangun secara kelembagaan partai. Kata dia, komunikasi dibangun dengan ketua-ketua partai untuk membangun koalisi. “Tapi yang menentukan koalisi dengan siapa-siapanya dihitung dari bakal calonnya. Karena DPP melihat itu termasuk bagaimana tingkat popularitas dan elektabilitas di lapangan,” tambah Aeng.
Sementara, arah koalisi poros tengah yang dibangun PKS-Gerindra dan empat parpol lain hingga saat ini belum menemukan kepastian. Ketua Gerindra Banten Budi Heryadi mengaku poros tengah untuk mengimbangi petahana di pilgub. (Supriyono/Deni S/Radar Banten)









