SERANG – Pencalonan bakal calon gubernur petahana Rano Karno sepertinya tidak bakal dievaluasi oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ini lantaran, diam-diam Rano sudah menyerahkan dua nama bakal calon wakil gubernur untuk mendampinginya dalam pencalonan ke pengurus DPP PDIP. Sayangnya, dua nama yang diserahkan Rano ini masih menjadi tanda tanya.
Ribka Tjiptaning membenarkan soal pengajuan dua nama oleh Rano. “Tidak ada evaluasi (pencalonan Rano-red). Rano sudah dapat calon wakil gubernur yang dilaporkan ke DPP. Tinggal nunggu pleno DPP saja,” ujar Ribka yang menjabat Ketua Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana DPP PDIP ini saat dihubungi, Selasa (19/7).
Ditanya siapa figur yang diajukan Rano untuk mendampinginya maju pada Pilkada Banten nanti, Ribka enggan membeberkan. “Ya enggak tahu, tanya saja ke Pak Ranonya ya,” katanya.
Lagi-lagi Ribka enggan membocorkan dua nama cawagub yang diajukan Rano apakah dari unsur parpol atau unsur birokrat. “Tidak usah bocoran-bocoran, nanti lihat sendiri lah. Politik ini kan dinamis, jadi nanti sewaktu-waktu bisa berubah. Sampai sekarang penjajakan masih berjalan dengan beberapa partai, dan figur,” tegasnya.
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristanto yang dihubungi via ponsel semalam, juga enggan mengungkap dua nama yang diajukan Rano. “Untuk saat ini kita belum bisa bocorkan namanya. Nanti lah setelah pleno. Pleno itu tidak hanya untuk (pilgub) Banten, tapi untuk Jawa Barat dan DKI Jakarta juga,” jelas Hasto.
Menurutnya, saat ini DPP PDIP masih membahas dua nama calon wakil gubernur pendamping Rano yang telah diusulkan. “Sedang dirapatkan dulu. Nanti kan DPP akan lakukan pemetaan politik dan melakukan rapat pleno. Hasil dari rapat pleno itu akan dilaporkan ke ketua umum (Megawati Soekarnoputri-red). Bagaimana pun saat ini Rano sebagai gubernur dapat referensi utama dan mengetahui peta politik Banten. Oleh karena itu, kita minta masukan Pak Rano juga pasangan yang mana yang paling layak,” ungkapnya. Disinggung soal koalisi dengan parpol lain, Hasto mengatakan hal itu menjadi kebijakan DPP PDI Perjuangan.
Ketua DPD PDIP Banten M Sukira mengatakan, jajaran PDIP mulai tingkat DPD, PAC, ranting dan anak ranting sudah koordinasi dan sudah dikumpulkan oleh Rano Karno saat menjelang Idul Fitri. Pertemuan tersebut untuk membahas calon wakil gubernur dan koalisi parpol pengusung. “PDIP kan kurang dua kursi. Kita sedang cari yang pas. Nanti kalau sudah ada, mulai DPD, PAC dan ranting serta anak ranting akan diberitahu dan diinformasikan,” kata Sukira.
Sukira mengatakan, jika memang masa tugas Rano mencari calon wakil gubernur dan parpol pengusung sudah habis, sesungguhnya itu dapat diperpanjang. “Surat tugas itu kan bisa diperpanjang. Karena untuk merangkul calon wakil dan parpol pengusung bukan persoalan mudah. Iyalah, maka jangan dipaidolah (dinilai buruk-red). Kita nanti usul ke DPP agar diperpanjang waktu untuk mencari calon wakil dan parpol pengusung. Nanti kita kirim surat ke DPP. Artinya partai yang usulkan itu. Mudah-mudahan nanti setelah kunjungan Presiden Jokowi ke Banten selesai, kita bisa ngobrol kembali membahas ini,” tegasnya.
Gubernur Rano Karno yang dikonfirmasi usai rapat paripurna di DPRD Banten masih enggan memberikan keterangan terkait calon wakil gubernur pilihannya. “Belum, nanti saya kasih tau media. Atau wakilnya dari wartawan saja,” kata Rano sambil mencandai awak media yang menunggunya di luar ruang rapat paripurna. (Aditya R-Deni S/Radar Banten)










