slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Umum

Love Story: Habis Manis Sepah Dibuang

Redaksi by Redaksi
28-07-2016 10:31:37
in Umum
Love Story

Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Kisah pilu dialami Marjai, bukan nama sebenarnya. Laki-laki berusia 56 tahun yang tinggal di sebuah desa di Kota Cilegon ini telah lama menjalani masa tua sendirian selama kurang lebih 7 tahun. Marjai bercerai dengan sang istri sebut saja Hayanah (48), bukan nama sebenarnya, lantaran sang istri meninggalkannya oleh sebab Marjai sudah tua dan tidak dapat menafkahi Hayanah secara maksimal seperti saat muda dulu. Ibarat kata, Marjai menjadi korban peribahasa habis manis sepah dibuang.

Marjai dan Hayanah yang telah lama membangun rumah tangga selama hampir 25 tahun akhirnya bercerai pada 2009 lalu. Dari perkawinan ini, Marjai dan Hayanah dikaruniai dua anak. Anak pertamanya adalah seorang perempuan bernama Yuli, bukan nama sebenarnya. Dan anak keduanya seorang laki-laki, sebut saja Rusli, (bukan nama sebenarnya).

Baca Juga :

Love Story: Sakit Hati, Suami Umbar Janji Palsu

Love Story: Kesabaran Belum Tentu Mengakhiri Segalanya

Love Story: Tinggalkan Suami karena Lelaki Lain

Love Story: Diguna-guna Suami Pengangguran

Konon, saat muda dulu, profesi Marjai hanyalah petani. Marjai mewarisi tanah berupa kebun yang subur dari orangtuanya. Meski bukanlah seorang yang kaya, kehidupan rumah tangga Marjai dan Hayanah saat itu selalu tercukupi. Meski kadang kala Marjai tidak mendapat uang  dari hasil menjual hasil kebunnya, kebutuhan rumah tangga Marjai selalu terpenuhi.

Ini karena kebunnya yang subur dapat menghasilkan banyak makanan pokok dan rempah-rempah. Berbagai macam sayuran. Kehidupan rumah tangga Marjai pun nampak baik-baik saja dalam 20 tahun terakhir.

Namun, itu semua tidak menjamin keadaan rumah tangga seseorang dapat berjalan baik selamanya. Keretakan hubungan rumah tangga Marjai pun mulai terjadi saat Marjai hendak memasuki usia 50 tahun. Pada penghujung 2008, keluarga kecil Marjai mulai terkena musibah. Yuli, anak pertamanya ketahuan mengurung laki-laki bernama Jedi, (bukan nama sebenarnya, di dalam kamar di rumah orangtua Marjai, alias nenek Yuli.

Yuli dan Jedi berhubungan suami istri tanpa pernikahan alias berzina. Sontak hal ini membuat beban pikiran bagi Marjai yang merasa tidak bisa mengurus anak. Marjai mulai sakit-sakitan dan jarang sekali menanam sayuran di kebunnya. Hal ini membuat Marjai tidak bisa menghidupi sang istri, lantaran Hayanah hanyalah ibu rumah tangga. Keributan mulai sering terjadi dan tidak dapat dihindarkan. Ini membuat beban psikologis Marjai semakin bertambah berat.

Hayanah yang memiliki watak keras tidak sungkan untuk memarahi Marjai lantaran Marjai hanya berdiam diri di rumah dan tidak berkerja. Karena tidak tahan dengan kehidupan serba kekurangan. Hayanah akhirnya memutuskan meninggalkan Marjai dan bercerai dengannya. Konon, Hayanah pulang ke kampung halamannya di Tasikmalaya dengan membawa Rusli anak laki-lakinya.

Yuli yang telah dinikahkan dengan Jedi pun membangun rumah sendiri. Hingga akhirnya membuat Marjai hidup sendirian. Marjai juga terkena struk akibat beban pikiran yang terlalu besar yang ia alami. Saudara-saudara Marjai pun turut berempati atas musibah yang Marjai alami. Tidak jarang Saudara dan adik-adiknya memberikan beras dan uang untuk melanjutkan hidup Marjai.

Tono, adik Marjai (bukan nama sebenarnya) mengatakan, semua saudara membantu Marjai untuk memulihkan struk yang dialami Marjai. “Iya Mas, kan kasihan melihatnya,” kata Tono. Tono melanjutkan, butuh waktu berbulan-bulan untuk terapi struk. “Pengobatannya secara tradisional, kalau ke dokterkan mahal, butuh uang berjuta-juta,” tutur Tono.

Setelah pengobatan yang memakan waktu hampir tiga bulan, Marjai akhirnya bisa sembuh dan normal kembali. Kini, Marjai tetap hidup sendirian di rumahnya. Penghidupan Marjai hanya mengandalkan bantuan saudara-saudaranya, serta orang lain yang berempati kepadanya. (Haris-Zetizen/Radar Banten)

Tags: Love Story Juli 2016
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Mahasiswa Banten di Bandung Doa Bersama dan Galang Dana untuk Korban Bencana

Next Post

Wonderful Indonesia Bakal Tampil di George Town Festival 2016

Related Posts

Love Story
Umum

Love Story: Sakit Hati, Suami Umbar Janji Palsu

by Redaksi
Jumat, 29 Juli 2016 11:01

Pahitnya kehidupan rumah tangga dialami Nani (30), bukan nama sebenarnya, yang harus banting tulang mencari uang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari....

Read moreDetails

Love Story: Kesabaran Belum Tentu Mengakhiri Segalanya

Love Story: Tinggalkan Suami karena Lelaki Lain

Love Story: Diguna-guna Suami Pengangguran

Love Story: Kalau Gagal, Tidak Akan Nikah Lagi

Love Story: Tak Seindah yang Dibayangkan

Love Story: Kasih Minah Tak Sepanjang Galah

Love Story: Teman Dekat Perusak Hubungan

Love Story: Lidah Tak Bertulang, Misri Diusir Mertua

Uang Suka Dirampas Istri, Uang untuk Rokok pun Diselipkan di Kaos Kaki

Next Post
Foto: festivalasia.net

Wonderful Indonesia Bakal Tampil di George Town Festival 2016

Rano Karno dan Ranta Soeharta

Rano Inginkan Sosok Birokrat Jadi Wagub

Hasil Survey Lisma, Rano Karno dan Wahidin Halim Bersaing

Hasil Survey Lisma, Rano Karno dan Wahidin Halim Bersaing

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Konferensi pers di Mapolsek Ciruas

Polsek Ciruas Buru Pemasok Dua Pucuk Senjata Api ke Pelaku Curanmor yang Ditangkap di Cikande

Sabtu, 25 April 2026 07:52
Ernawati di rumah kontrakannya

Kisah Nenek 72 Tahun di Tangsel Bertahan Hidup dari Memulung Kardus, Hasilnya Tak Cukup untuk Biaya Kontrakan

Sabtu, 25 April 2026 07:39
Seorang warga dan petugas Alfamidi sedang mengolah tanaman.

Kurangi Sampah Plastik, Alfamidi Kenalkan Pemanfaatan Sachet dan Galon Bekas

Sabtu, 25 April 2026 07:21
Diskoumperindag Kabupaten Serang Pastikan Stok Elpiji Tiga Kilogram Aman

Diskoumperindag Kabupaten Serang Pastikan Stok Elpiji Tiga Kilogram Aman

Jumat, 24 April 2026 19:59
Rehabilitasi Hutan, PLTU Banten 2 Labuan Tanam 1.015 Pohon di Tahura Banten

Rehabilitasi Hutan, PLTU Banten 2 Labuan Tanam 1.015 Pohon di Tahura Banten

Jumat, 24 April 2026 19:53
Tingkatkan Ketahanan Ekonomi, Rutan Pandeglang Bentuk Desa Binaan

Tingkatkan Ketahanan Ekonomi, Rutan Pandeglang Bentuk Desa Binaan

Jumat, 24 April 2026 19:52
Konferensi pers di Mapolsek Ciruas

Polsek Ciruas Buru Pemasok Dua Pucuk Senjata Api ke Pelaku Curanmor yang Ditangkap di Cikande

Sabtu, 25 April 2026 07:52
Ernawati di rumah kontrakannya

Kisah Nenek 72 Tahun di Tangsel Bertahan Hidup dari Memulung Kardus, Hasilnya Tak Cukup untuk Biaya Kontrakan

Sabtu, 25 April 2026 07:39
Seorang warga dan petugas Alfamidi sedang mengolah tanaman.

Kurangi Sampah Plastik, Alfamidi Kenalkan Pemanfaatan Sachet dan Galon Bekas

Sabtu, 25 April 2026 07:21
Diskoumperindag Kabupaten Serang Pastikan Stok Elpiji Tiga Kilogram Aman

Diskoumperindag Kabupaten Serang Pastikan Stok Elpiji Tiga Kilogram Aman

Jumat, 24 April 2026 19:59
Rehabilitasi Hutan, PLTU Banten 2 Labuan Tanam 1.015 Pohon di Tahura Banten

Rehabilitasi Hutan, PLTU Banten 2 Labuan Tanam 1.015 Pohon di Tahura Banten

Jumat, 24 April 2026 19:53
Tingkatkan Ketahanan Ekonomi, Rutan Pandeglang Bentuk Desa Binaan

Tingkatkan Ketahanan Ekonomi, Rutan Pandeglang Bentuk Desa Binaan

Jumat, 24 April 2026 19:52

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Konferensi pers di Mapolsek Ciruas

Polsek Ciruas Buru Pemasok Dua Pucuk Senjata Api ke Pelaku Curanmor yang Ditangkap di Cikande

by Fahmi
Sabtu, 25 April 2026 07:52

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Petugas Reskrim Polsek Ciruas memburu pemasok dua pucuk senjata api (senpi) yang digunakan pelaku curanmor Hasan Basri...

Ernawati di rumah kontrakannya

Kisah Nenek 72 Tahun di Tangsel Bertahan Hidup dari Memulung Kardus, Hasilnya Tak Cukup untuk Biaya Kontrakan

by Syaiful Adha
Sabtu, 25 April 2026 07:39

KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Di usia senja, Ernawati yang berusia 72 tahun masih harus berjuang mencari nafkah seorang diri. Warga asli Bayur,...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak