SERANG – Jelang hari raya Idul Adha yang jatuh sekira dua minggu lagi, Bank Indonesia sudah mewanti-wantikan tiga komoditi barang dan jasa yang diperkirakan akan mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga yang diperkirakan mengalami kenaikan yakni pada tiga komoditi penting yang disurvei oleh Bank Indonesia.
Komoditi food tail mengalami kenaikan, namun hanya kenaikan yang sifatnya terbatas. Karena tidak mengalami kenaikan drastis pada saat bulan Juli lalu.
“Posisi daging ayam, cabe merah, dan bawang merah sampai akhir bulan ini turun dibandingkan pada bulan Juli kemarin. Namun menginjak bulan September, untuk beberapa kota memang sudah alami kenaikan di akhir minggu terakhir bulan Agustus ini sejak tanggal 22 sampai 26 Agustus namun masih pada level terbatas. Sebenarnya kita melihatnya bukan karena masa Idul Adha nya juga, tapi karena faktor cuaca yang saat ini sering berubah-ubah tidak pasti,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Banten, Budiharto Setyawan, Selasa (30/8).
Sementara itu, kenaikan yang terjadi tidak hanya pada komoditi food tail. Namun juga terjadi pada komoditi listrik dan komoditi angkutan.
“Komoditi listrik juga ikut naik, namun ini bukan dari dampak Idul Adha, tapi karena pemerintah sudah cabut subsidi untuk 900 watt. Sedangkan untuk komoditi angkutan sudah pasti akan mengalami kenaikan. Karena bukan hanya saat Idul Fitri saja, saat Idul Adha juga masih banyak masyarakat Indonesia yang melakukan kegiatan mudik. Maka dari itu tarif angkutan dipastikan akan alami kenaikan,” ujarnya.
Sedangkan untuk hal yang wajib saat Idul Adha yakni hewan kurban, Bank Indonesia tidak dapat mengatakan kenaikan secara pasti terhadap hewan yang akan dijual untuk kurban.
“Untuk hewan kurban jelas akan naik, tapi kenaikan tersebut tidak secara drastis. Wajar kalau setiap tahunnya naik. Mungkin kalau tahun lalu masyarakat dapat membeli hewan kurban dengan harga sama seperti tahun ini, perbedaannya hanya pada bobot hewannya saja,” ungkapnya. (Wirda)









