SERANG – Mendekati hari raya Idul Adha yang tinggal satu minggu lagi, kebutuhan akan hewan kurban salah satunya sapi meningkat pesat. Meningkatnya jumlah permintaan juga diikuti dengan naiknya harga sapi tahun ini. Seperti yang terpantau di pasar ternak Trondol Kota Serang, harga sapi melonjak naik hingga 40 persen.
“Tahun ini meningkatnya lumayan, hampir 40 persen untuk sapi. Memang mayoritas masyarakat lebih memilih kurban sapi dari pada kerbau selain kambing. Harga tahun ini yang biasanya harga Rp12 juta bisa sampai Rp14 jutaan, itu yang paling murah,” kata Obi salah satu pedagang sapi di pasar ternak Trondol, Senin (5/9).
Obi merinci untuk harga jual sapi Bali dengan berat 500 kg dibanderol seharga Rp29 juta, berat 400 kg seharga Rp23 juta, berat 350 kg seharga Rp20 juta, dan yang termurah sapi Bali dengan bobot 250 kg dipatok Rp14,7 juta.
Untuk dominan sapi yang dicari masyarakat untuk berkurban rata-rata adalah sapi putih dan sapi Bali, yang memiliki harga di bawah Rp25 jutaan. Namun ada juga yang memilih sapi dengan kualitas yang lebih mahal yakni sapi jenis limousin dan simental.
“Untuk sapi jenis limousin dan simental sedikit lebih mahal dibanding sapi Bali. Karena sapi limousin dan simental juga mahal untuk pemeliharaannya,” ujarnya.
Rata-rata per ekor, Obi mengaku, dapat mengantongi keuntungan hingga 20 persen. Karena biasanya para pembeli baru membayar uang muka sebelum sapi tersebut diambil, dan untuk biaya pemeliharaan serta pakan ditanggung oleh pedagang.
“Orang beli tinggal bayar uang muka, hari H tinggal diambil dan sekaligus pelunasan. Jadi kita juga belum lepas sepenuhnya, makan dan pemeliharan masih kita tanggung,” jelasnya.
Ia mulai berjualan sapi setiap tahunnya sejak sebulan sebelum hari raya Idul Adha dan akan berakhir di hari raya Idul Adha. (Wirda)










