slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Travel Pariwisata

Menpar Arief Yahya ‘Berkalibrasi’ ke World Economic Forum

Redaksi by Redaksi
22-09-2016 07:46:56
in Pariwisata, Travel
Menpar Arief Yahya
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

GENEVA – Apa kita sudah baik pariwisatanya? Sebaik apa? Tetangga sebelah bisa lebih baik, lalu di mana ketidakbaikan pariwisata kita? Harus darimana membetulkannya? Pertanyaan-pertanyaan itu betul-betul berkecamuk di benak Menpar Arief Yahya.

Karena itulah dia datang ke markas World Economic Forum (WEF) di Geneva, Swiss untuk mendapatkan potret pariwisata Indonesia yang paling standard di level global, dengan ukuran-ukuran dunia dan melalui metode ukur yang paling dipercaya oleh lembaga internasional.

Baca Juga :

Kemenpar Siapkan Paket Wisata Lebaran 2026, Tiket Pesawat Ditarget Turun 18 Persen

Cisadane sebagai Top 125 Event Nasional

Tanjung Lesung Promosikan Wisata Pandeglang di Wonderful Indonesia Tourism Fair 2025

Festival Seni Multatuli Tidak Masuk Kharisma Event Nusantara Kemenpar RI

Istilah Arief Yahya adalah kalibrasi. Memotret keadaan yang sesungguhnya, dengan alat ukur, bahan ukur, satuan ukur, kriteria yang diakui atau standar dunia oleh lembaga yang kredibel dan dijadikan acuan internasional. WEF setiap dua tahun sekali mengeluarkan TTCI, Tour and Travel Competitiveness Index, dengan 14 pilar dan 92 indikator yang dihitung dan dirilis setiap 2 tahun sekali.

“Kalau kita ingin memenangkan persaingan global, maka sejak awal harus menggunakan standar global. Kalau ingin juara dunia, ya harus berani terbuka dan siap dibandingkan dengan semua negara yang sudah menggunakan ukuran dunia. Kita harus out world looking, melihat apa yang dilakukan dan sedang terjadi di luar sana. Biar tidak merasa paling jago di kandang sendiri,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya mengawali pertemuan dengan tim TTC-WEF itu.

Arief Yahya menyadari, target kunjungan 2019 dengan 20 juta itu bukan sulap bukan sihir. Dari penghasil devisa USD 10M menjadi USD 20M. Itu angka paling fantastic yang dipatok Presiden Joko Widodo, dan tidak ada pilihan kecuali harus dicapai dengan cara-cara professional. “Hasil yang luar biasa, tidak bisa dicapai dengan cara-cara biasa! Hasil yang luar biasa, harus ditempuh dengan cara yang tidak biasa. Karena itu, sejak awal kami sudah mengadopsi 14 pilar WEF itu untuk memotret destinasi wisata Indonesia, termasuk 10 Bali Baru atau 10 top prioritas itu,” katanya.

Justin Wood, Head of Asia Pacific Region/Executive Board Member of WEF cukup terkesan dengan presentasi data dan angka Menpar itu. Dia didampingi oleh timnya, Thierry Geiger, Associate Director, Economist, Global Benchmarking Network, Global Competitivesess and Risk WEF, Roberto Crotti, Quantitative Economist and Manager with the Global Competitiveness and Risk WEF, Oliver Hess, Community Specialist, Asia Pacific WEF.

Justin pun mengapresiasi semangat Menpar Arief Yahya yang menyebut target double di 2019 itu. Proyeksi yang mungkin dianggapnya superoptimis, bahkan kelewat pede untuk Indonesia yang selama ini tidak pernah menempatkan sector Pariwisata sebagai core economy. “Bagaimana caranya? Lima tahun itu bukan waktu yang panjang?” Tanya Justin Wood dengan nada “tidak percaya” dengan target itu.

Mulai dari CEO commitment, atau keseriusan Presiden Joko Widodo menempatkan pariwisata sebagai sector prioritas. Melihat tren minyak dan gas bumi, batu bara dan minyak kelapa sawit terus menurun, baik karena harga dunia maupun angka produksinya. “Pariwisata diproyeksikan menjadi penghasil devisa terbesar di 2019. Karena itu adalah janji presiden, maka tugas kami untuk merealisasikan dengan segala daya upaya,” kata Arief Yahya.

Dari sisi marketing, Menpar pun menggunakan semua big name dan punya reputasi global. Seperti Ogilvy sebagai konsultan PR-ing. Google, TripAdvisor, Baido, C-Trip, Xinhua, CCTV, CNN International, Discovery Channel, National Geography, Aljazeera, NHK, CNBC, Astro, dan semua media tempat perusahaan tour and travel terbesar dunia mempromosikan paket-paketnya. “Semua yang terbaik, yang credible, yang punya international network, kami ambil. Termasuk TTCI-WEF yang menjadi barometer dan referensi para investor,” kata dia.

Dari kelembagaan dan regulasi, Menpar Arief menjelaskan salah satu pilar International Openess, yang sudah dilakukan Pemerintah RI. Yakni Bebas Visa Kunjungan (BVK) dari 15 negara, naik 45 negara, lalu 90 negara dan sekarang 169 negara sudah bebas berkunjung ke Indonesia tanpa mengurus Visa terlebih dahulu. Juga soal Cabotage untuk cruise atau kapal pesiar berbendera asing boleh menaik turunkan penumpang di 5 pelabuhan di Indonesia.

Satu lagi, peraturan CAIT di yacht atau perahu pesiar. Selama ini, untuk izin yacht masuk ke perairan Indonesia harus melalui mekanisme izin yang lamanya tiga minggu. Aturan itu sudah disederhanakan, tinggal 3 jam. Dan, Kemenpar terus mendorong hingga menyamai Singapore, yang cukup dengan 1 jam saja.

Sedangkan, dari sisi destinasi, Menpar menjelaskan soal 10 Bali baru itu. Tanah Sullivan, Community Specialist Asia Pacific Business Engagement WEF menanyakan soal 10 Bali Baru itu. Menpar pun mengurut dari ujung utara barat sampai ke utara timur. Danau Toba Sumatera Utara, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Borobudur Jawa Tengah, Bromo Tengger Semeru Jawa Timur, Mandalika Lombok NTT, Komodo Labuan Bajo, NTT, Wakatobi Sultra, dan Morotai Maluku Utara.

Memang, harus diakui, ada banyak kendala jika Indoensia ingin dikalibrasi dengan standart dunia itu. Salah satu yang paling mendasar adalah minimnya data yang disiapkan oleh Pemerintah Indonesia sendiri dari 14 pilar yang dipotret WEF itu. Kemenpar memang sudah mempelajari dan menyiapkan data-data yang masih banyak yang belum di-up date dari 15 Kementerian dan Lembaga.

“Kami sudah FGD –Focus Group Discussion dengan 15 Kementerian dan Lembaga, untuk meng-up date data-data. Karena dalam hal data-data, kemenpar tidak bisa mengakses sendiri. Harus dibantu Kementerian lain, yang memegang datanya. Misalnya soal kesehatan, infrastruktur, airport, keamanan, dan sebagainya, yang semua terkait dengan performance Indonesia dari sisi pariwisata,” kata Arief Yahya.

Di forum WEF itu, Menpar didampingi Samsriyono Nugroho Staf Khusus Menteri Bidang Teknologi Informasi Pariwisata, Muh Noer Sadono, Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Publik, Nia Niscaya, Asdep Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika, Harry Waluyo, Staf Khusus Bidang Pariwisata, Elitua Hamonangan Simarmata, Staf Khusus Bidang Pariwisata, Addin Maulana, Peneliti Bidang Pariwisata dan Sutanto Sespri Menpar.

Perwakilan Tetap RI di PBB yang berkantor di Geneva juga ikut membantu mengatur dan menindaklanjuti. Mereka hadir RM Michael Tene, Ambassador Deputy Permanent Representative RI untuk UN, WTO and other International Organization in Geneva dan Elvie Indayani, Third Secretary Permanent Mission of The RI to UN, WTO, and other International Organization in Geneva.

Lalu bagaimana mensuplay data-data terbaru itu? Samsriono, Stafsus IT menjelaskan pihaknya tengah mengumpulkan data yang dibutuhkan, dari 15 Kementerian-Lembaga yang terkait, dan akan langsung di up load di site yang bisa didownload WEF. Awal Oktober 2016 ini, dara-data itu sudah akan terunggah. Tim teknis pekan ini akan terus interns berkomunikasi dan saling menukar info dan data seputar 14 pilar yang dibutuhkan WEF.

Berkali-kali Thierry Geiger menyampaikan apresiasinya terhadap Menpar Arief Yahya soal keseriusan Indonesia untuk mengkalibrasi dalam TTCI itu. Langkah kooperatif yang sangat memudahkan WEF mem-validasi data. “Data itu diambil dari dua hal, pertama data resmi dari pemerintah, yang sudah dilaporkan juga ke PBB dan lembaga dunia lain. Juga survey yang dilakukan WEF dengan sample para pelaku bisnis dan pengusaha di Indonesia. Bagaimana kalau data resmi dari pemerintah tidak didapat? Kami menggunakan data yang dipakai lembaga dunia lain yang kredibel, seperti UN-WTO, WHO, UN, World Bank, dan lainnya,” kata Thierry Geiger.

Roberto Croti menambahkan, saat ini WEF me-sync re-collecting atas data-data terbaru, dan akan berlangsung sampai dengan Desember 2016. Sedangkan pengumuman competitiveness index itu sendiri baru akan dilakukan tahun 2017 nanti. Menpar ingin memastikan, bahwa apa yang dilakukan Pariwisata Indonesia untuk kalibrasi itu benar-benar on track, sesuai dengan standar dan alat ukur yang dipakai dunia, sehingga bisa dibandingkan apple to apple dengan negara lain. (ADVERTORIAL/Kemenpar RI)

Tags: Kementerian Pariwisata
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Dibilang Sudah Putus, Raisa Tak Mau Komentar

Next Post

Menpar Arief Yahya Raih Marketing Destinasi Terbaik Asia 2016

Related Posts

Kemenpar Siapkan Paket Wisata Lebaran 2026, Tiket Pesawat Ditarget Turun 18 Persen
Ekonomi

Kemenpar Siapkan Paket Wisata Lebaran 2026, Tiket Pesawat Ditarget Turun 18 Persen

by Aas Arbi
Jumat, 20 Maret 2026 16:02

JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan berbagai paket wisata untuk menyambut libur Idul Fitri 2026, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat...

Read moreDetails

Cisadane sebagai Top 125 Event Nasional

Tanjung Lesung Promosikan Wisata Pandeglang di Wonderful Indonesia Tourism Fair 2025

Festival Seni Multatuli Tidak Masuk Kharisma Event Nusantara Kemenpar RI

Dinas Pariwisata Banten Targetkan 22 Juta Kunjungan Wisatawan di Tahun 2025

Indahhya Wisata Lerang Cibolang di Lebak, Favorit Wisata Keluarga di Lebak

Jumlah Petani di Kabupaten Serang Terus Berkurang, Ada Apa?

Ikan Mas Sinyonya, Ikan Peninggalan Purbakala yang Hampir Punah di Pandeglang

Punya Pantai Terpanjang di Banten, Investor Bonafit Belum Lirik Sektor Pariwisata di Pandeglang

Diskusi Pariwisata Sambil Berlayar di Selat Sunda

Next Post
Arief Yahya

Menpar Arief Yahya Raih Marketing Destinasi Terbaik Asia 2016

Roberto Mancini

Roberto Mancini Jadi Kandidat Pelatih Valencia

Ditahan Atletico 1-1, Barcelona Gagal Tempel Real Madrid

Ditahan Atletico 1-1, Barcelona Gagal Tempel Real Madrid

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Miris, Satu Keluarga di Warunggunung Lebak Tinggal di Gubuk Reyot

Miris, Satu Keluarga di Warunggunung Lebak Tinggal di Gubuk Reyot

Minggu, 26 April 2026 19:10
DPRD Lebak Minta Pengusaha Angkutan Galian C Patuhi Aturan

DPRD Lebak Minta Pengusaha Angkutan Galian C Patuhi Aturan

Minggu, 26 April 2026 19:07
Kasus Percobaan Pencurian Tembaga di PT Perkasa Construction, Satu Pelaku Diamankan Warga

Kasus Percobaan Pencurian Tembaga di PT Perkasa Construction, Satu Pelaku Diamankan Warga

Minggu, 26 April 2026 18:39
Perputaran Uang di Seba Baduy 2026 Capai Rp1,7 Miliar

Perputaran Uang di Seba Baduy 2026 Capai Rp1,7 Miliar

Minggu, 26 April 2026 18:29
Senin 27 April 2026, Bupati Lebak Rotasi Ratusan Pejabat Eselon III dan IV

Senin 27 April 2026, Bupati Lebak Rotasi Ratusan Pejabat Eselon III dan IV

Minggu, 26 April 2026 18:26
Kasus Dugaan Penganiayaan Sopir di Stadion Maulana Yusuf Naik ke Tahap Penyidikan

Kasus Dugaan Penganiayaan Sopir di Stadion Maulana Yusuf Naik ke Tahap Penyidikan

Minggu, 26 April 2026 18:22
Miris, Satu Keluarga di Warunggunung Lebak Tinggal di Gubuk Reyot

Miris, Satu Keluarga di Warunggunung Lebak Tinggal di Gubuk Reyot

Minggu, 26 April 2026 19:10
DPRD Lebak Minta Pengusaha Angkutan Galian C Patuhi Aturan

DPRD Lebak Minta Pengusaha Angkutan Galian C Patuhi Aturan

Minggu, 26 April 2026 19:07
Kasus Percobaan Pencurian Tembaga di PT Perkasa Construction, Satu Pelaku Diamankan Warga

Kasus Percobaan Pencurian Tembaga di PT Perkasa Construction, Satu Pelaku Diamankan Warga

Minggu, 26 April 2026 18:39
Perputaran Uang di Seba Baduy 2026 Capai Rp1,7 Miliar

Perputaran Uang di Seba Baduy 2026 Capai Rp1,7 Miliar

Minggu, 26 April 2026 18:29
Senin 27 April 2026, Bupati Lebak Rotasi Ratusan Pejabat Eselon III dan IV

Senin 27 April 2026, Bupati Lebak Rotasi Ratusan Pejabat Eselon III dan IV

Minggu, 26 April 2026 18:26
Kasus Dugaan Penganiayaan Sopir di Stadion Maulana Yusuf Naik ke Tahap Penyidikan

Kasus Dugaan Penganiayaan Sopir di Stadion Maulana Yusuf Naik ke Tahap Penyidikan

Minggu, 26 April 2026 18:22

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Miris, Satu Keluarga di Warunggunung Lebak Tinggal di Gubuk Reyot

Miris, Satu Keluarga di Warunggunung Lebak Tinggal di Gubuk Reyot

by Nurandi
Minggu, 26 April 2026 19:10

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Satu keluarga di Kampung Cipasung, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, tinggal di gubuk reyot yang nyaris...

DPRD Lebak Minta Pengusaha Angkutan Galian C Patuhi Aturan

DPRD Lebak Minta Pengusaha Angkutan Galian C Patuhi Aturan

by Nurandi
Minggu, 26 April 2026 19:07

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – DPRD Kabupaten Lebak meminta para pengusaha angkutan galian C di wilayah Lebak untuk mematuhi aturan terkait pembatasan...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak