SERANG – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Banten menggelar dialog publik bertema pelibatan masyarakat dalam pencegahan terorisme melalui perspektif ekonomi di Provinsi Banten. Acara ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar berpartisipasi aktif mencegah terorisme meluas di Banten.
“Karena tidak bisa terpungkiri, orang-orang yang terlibat dalam aksi teror adalah sebagian besar karena faktor ekonomi. Untuk itu banyak anak-anak muda yang pemikiranya kosong, kemudian terlibat. Saya kira dialog ini bisa bermanfaat banyak agar masyarakat bisa terhindar dari bahaya itu, ” kata Abdurrahman Ayyub, mantan teroris yang menjadi salah satu pemateri.
Selain faktor ekonomi, lanjut Ayyub, masyarakat juga kurang memahami nilai-nilai agama. Maka dari itu masyarakat harus diarahkan untuk memahami pemikiran agama secara utuh.”Banyak anak-anak muda terlibat kegiatan teroris karena mereka lebih tertarik dengan iming-iming uang daripada kegiatan usaha. Untuk itu tugas kita semua bagaimana masyarakat bisa sejahtera agar terhindar dari kegiatan teroris,” ucap mantan petinggi Jamaah Islamiyah ini.
Pencegahan bahaya terorisme, lanjut dia, warga yang tidak punya pekerjaan harus dibina dan direkrut untuk melakukan suatu usaha.”Para santri di pesantren atau warga di lingkungan masyarakat agar mampu memahami agama secara utuh dan diajak untuk melakukan bentuk kegiatan usaha. Usaha dan pemahaman agama yang kuat merupakan salah satu bentuk mencegah terorisme berkembang di Banten,” ujarnya. (Ade f)








