SERANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang mengeluhkan anggaran yang diterima setiap tahunnya. Satpol PP mengaku banyaknya tugas dan wewenang yang harus dilakukan oleh lembaganya tersebut tidak sebanding dengan keuangan yang ada.
“Pekerjaan kita itu seperti melukis di atas pasir pantai, sudah jadi, hilang terkena ombak, artinya meskipun kami sering menertibkan pelanggaran akan terus muncul, sedangkan setahun anggaran tidak mencapai 10 miliar, di bawah idealnya jauh di bawah angka itu,” kata Sekretaris Satpol PP Kota Serang, saat ditemui di kantornya di Jalan Jendral Ahmad Yani Sumur Pecung Kota Serang.
Ia menuturkan, dari jumlah itu yang paling banyak memakan biaya adalah biaya belanja untuk menggaji 103 Tenaga Harian Lepas (THL) yang masih ada pada Satpol PP. Ia menilai, pihaknya masih sangat bergantung ke THL meski pemerintah pusat atau daerah melarang adanya THL tersebut. “Itu jadi problem kita, kalau gak dibantu mereka, kita kurang,” tuturnya.
Ia menegaskan, dalam setiap pertemuan perencanaan angggaran dengan Wali Kota Serang, pihaknya selalu mengusulkan anggaran sesuai dengan angka yang ideal. Namun, kata dia, pihaknya hanya bisa pasrah jika diputuskannya hanya beberapa Miliar saja.
“Kayak model bidang SDA, harusnya bidang ini ada Bimtek untuk menambah nilai disiplinya, kinerjanya kalau anggarannya sedikit ya tidak mungkin, paling kita mengharapkan undangan dari Satpol PP Provinsi,” kata Ahmad Yani yang enggan menyebutkan jumlah rinci anggaran pertahun.
Ia juga meyakini jika kekurangan anggaran tersebut akan berdampak pada kinerja Satpol PP. Menurutnya, ada beberapa agenda yang tidak bisa dilakukan bahkan yang adapun tidak maksimal. (Ade F)








