PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dua inovator muda PLTU Banten 2 Labuan meraih penghargaan Satyalancana Wira Karya 2025 dari Presiden RI. Dua inovator muda itu Prima Galih Pratama dengan inovasi moderator (modifikasi oil cooler) dan Agung Suharwanto dengan inovasi Dora (digitalizatin online tube boiler analysis).
Penghargaan Satyalancana Wira Karya Tahun 2025 yang dianugerahkan Presiden RI melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Penghargaan itu diberikan atas kontribusi inovatif dalam mendukung keandalan operasional ketenagalistrikan nasional serta percepatan transformasi energi berkelanjutan. Serta sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi sektor energi nasional.
Para penerima dinilai telah menunjukkan dedikasi dan inovasi yang berdampak pada penguatan sistem ketenagalistrikan.
Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Banten 2 Labuan, Tarsis Tinggi, mengatakan bahwa dua inovator muda meraih Penghargaan Satyalancana Wira Karya 2025 dari Kementerian ESDM.
“Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dalam menghadirkan inovasi untuk keandalan pembangkitan dan masa depan energi indonesia yang lebih efisien dan berkelanjutan,” katanya, Sabtu, 17 Mei 2026.
Dua inovator muda meraih penghargaan atas nama Prima Galih Pratama melalui inovasi Moderator (Modifikasi Oil Cooler) berhasil menghadirkan solusi peningkatan efisiensi sistem pendinginan oli pembangkit.
Inovasi tersebut berdampak pada optimalisasi kinerja peralatan serta penurunan potensi downtime.
“Lalu Agung Suharwanto mengembangkan Dota (Digitalization Online Tube Boiler Analysis), sistem analisis berbasis data real-time yang memungkinkan deteksi dini anomali boiler. Sistem ini meningkatkan keandalan operasional pembangkit melalui pendekatan pemeliharaan prediktif,” katanya.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa semangat inovasi terus tumbuh di lingkungan PLN Indonesia Power.
“Sekaligus mempertegas komitmen perusahaan dalam menghadirkan listrik yang andal melalui karya dan talenta terbaik anak bangsa. Terus melangkah, terus berinovasi, untuk energi Indonesia yang berdaulat,” katanya.
Editor: Agus Priwandono










