SERANG – Jelang pelaksanaan Pilgub Banten 2017, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten digegerkan dengan informasi yang beredar di masyarakat melalui pesan singkat (SMS) terkait rekrutmen pendamping program Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsosratu) 2016.
Menurut Kepala Dinsos Banten Ino S Rawita, pihaknya menerima banyak pengaduan dari sejumlah masyarakat terutama dari relawan di kabupaten kota yang telah menerima SMS berisi lowongan kerja pendamping Jamsosratu untuk lulusan S-1 semua jurusan. “Informasi palsu yang sengaja disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab telah membuat resah masyarakat. Dinsos Banten tahun ini tidak ada rencana melakukan perekrutan pendamping Jamsosratu. Jadi informasi itu bohong dan diduga untuk melakukan penipuan,” kata Ino kepada Radar Banten, kemarin.
Ino menegaskan, hingga tahun ini pendamping Jamsosratu belum perlu ada penambahan. Bila pun Dinsos membutuhkan penambahan pendamping, pasti diumumkan secara resmi baik di media cetak dan elektronik maupun website resmi Dinsos Banten.
“SMS itu tidak benar alias hoax, jadi kepada masyarakat apabila membaca selebaran, menerima SMS atau menemukan informasi rekrutmen pendamping Jamsosratu di media sosial, kami pastikan itu tidak benar alias palsu,” tegasnya.
Untuk menghindari adanya masyarakat yang terpedaya oleh berita palsu tersebut, Ino mengaku jika pihaknya telah membentuk tim terpadu mencari tahu pelaku yang sengaja menyebarkan informasi bohong. “Tim terpadu sudah kami bentuk hari ini dan telah ditugaskan untuk mencari tahu siapa yang menyebarkan informasi palsu. Nama pengacara yang diduga dicatut pelaku telah dikonfirmasi tim terpadu. Kami tidak akan main-main, apabila sudah ditemukan pelakunya, selanjutnya akan kami laporkan ke aparat yang berwajib,” jelasnya.
Salah seorang relawan sosial di Dinsos Banten, Beni, mengaku telah menerima SMS yang berisi lowongan kerja pendamping Jamsosratu di Provinsi Banten seminggu lalu.
“Pengirim SMS mengatasnamakan pengacara yang berkantor di Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang,” kata Beni.
Berikut isi SMS yang diterima Beni dari pengirim dengan menggunakan nomor +6287773711xxx. Ass..Lowongan kerja pendamping JAMSOSRATU Provinsi Banten.. Khusus Sarjana S1 semua jurusan.. Berkas Lamaran ditujukan ke Bapak / Ibu Pimpinan JAMSOSRATU Provinsi Banten.. lamaran paling lambat serahkan ke Kantor Hukum saya di Jalan Ki A Jurum No 1 Pertigaan Cikutu samping Alfamaret Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang.. paling lambat penyerahan berkas lamaran hari minggu tanggal 23 Oktober 2016.. Gaji sekitar Rp1.800.000.. Perbulan.. jam kerja seminggu dua kali pertemuan..kasih tahu saudaranya, sahabat atau teman yang membutuhkan Pekerjaan..sekian terimakasih..Wassalam..
Berdasarkan data Dinsos Banten, program Jamsosratu pada tahap I tahun 2016 sudah rampung oleh Pemprov Banten melalui Dinas Sosial (Dinsos). Sebanyak 43.248 keluarga sangat miskin (KSM) yang terdaftar sebagai peserta program Jamsosratu telah menerima bantuan. Program Jamsosratu tahap I, jumlah KSM sebagai calon penerima bantuan sebanyak 44.075 kepala kelurga yang tersebar di enam kabupaten kota, dengan anggaran sebesar Rp33 miliar lebih. Tahap I penyalurannya mencapai 90 persen atau sekira Rp32,4 miliar kepada 43.248 KSM.
Secara terperinci, 44.075 KSM yang telah menerima setiap kabupaten kota yaitu; Kota Serang dari 3.919 KSM yang terdaftar, 3.916 KSM sudah menerima bantuan, Kabupaten Serang dari 10. 982 sudah menerima 10.930 KSM, Kabupaten Lebak dari 13.676 sudah menerima 13.521 KSM, Kabupaten Pandeglang dari 11.723 sudah menerima 11,173 KSM, Kota Cilegon dari 2.775 sudah menerima 2.768 KSM dan Kota Tangsel dari 1.000 sudah menerima 940 KSM.
Sebelumnya, Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, program Jamsosratu merupakan program prorakyat unggulan di Pemprov Banten. Program ini diharapkan bantuan sosial tunai bersyarat jaminan sosial dipergunakan sebaik-baiknya atau sesuai dengan kebutuhan sehari-hari oleh penerima program dan sebagian untuk ditabung. “Program ini sudah dimulai sejak 2013 dan dibagikan setiap tahunnya dalam 3 tahap (per catur wulan). Tahun ini masing-masing rumah tangga sasaran (RTS) mendapatkan Rp2.250.000 yang ditransfer melalui Kantor Pos,” katanya. (Deni S/Radar Banten)









