KRAMATWATU – Kepedulian Bupati Ratu Tatu Chasanah terhadap dunia pendidikan terus dilakukan. Sebelumnya Tatu memastikan akan memberikan beasiswa untuk siswa miskin dan ribuan guru pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Serang. Kali ini, Tatu juga memastikan 1.200 guru honorer akan mendapatkan insentif Rp1 juta per bulan.
Hal tersebut ditegaskan Tatu saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Serang di aula SMPN 1 Kramatwatu, Senin (24/10). Dalam pidatonya, Tatu berjanji, akan memberikan uang intensif Rp1 juta kepada 1.200 guru honorer mulai 2017 nanti.
Menurut Tatu, pendidikan merupakan skala prioritas yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama termasuk para guru. Ia juga menekankan kepada para guru yang hadir agar tidak hanya fokus pada ranah akademis saja. “Saya harap para siswa di Kabupaten Serang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi cerdas pula secara spiritualitasnya,” kata Tatu dalam sambutannya.
Tatu mengimbau para guru yang masih honorer untuk tetap semangat menjalankan tugas sebagai pendidik bangsa. Sebab, Pemkab Serang berusaha melakukan upaya koordinasi dengan pemerintah pusat agar bisa diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS). “Saya akan perjuangakan 1.200 guru honorer agar nanti mendapatkan uang intensif Rp1 juta per bulan,” ujarnya.
Ketua Umum PGRI Kabupaten Serang Muhtadi mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda rakor anggota PGRI se-Kabupaten Serang. Poin kegiatan rakor dalam rangka konsolidasi dan merumuskan agenda kerja. “Paling akan kita bahas pada rakor ini adalah nasib para guru honorer yang tadi sudah disinggung oleh Bupati Serang,” katanya.
Muhtadi menambahkan, uang intensif yang akan diberikan mulai tahun depan hanya untuk para guru sekolah negeri saja. “Pemberian uang insentif itu tidak melibatkan pihak swasta. Sebab, swasta sudah mendapatkan tunjangan dari dana sertifikasi. Sementara, honorer di sekolah negeri itu tidak akan bisa, kecuali adanya surat keputusan (SK) dari Bupati,” ujarnya. (Sogir/Radar Banten)









