SERANG – Memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2016, organisasi mahasiswa mengajak seluruh pemuda Banten agar memelopori dan menjaga kondusivitas daerah pada saat kampanye hingga pemilihan gubernur Banten pada 15 Februari 2017.
Sekretaris PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Serang Abdul Rohman Ahdori mengatakan, spirit sumpah pemuda yakni menjaga persaudaraan dan persatuan. Perhelatan pilgub Banten merupakan ajang konsolidasi politik mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“Refleksi sumpah pemuda tahun ini khususnya di Banten, tentu lebih fokus pada menjaga kedamaian dan mengedepankan saling menghargai melihat perbedaan padangan dukungan di pilgub,” kata Rohman kepada Radar Banten Online, Kamis (27/10).
Rohman mengatakan, pilgub Banten yang diikuti dua pasangan calon, Wahidin Halim-Andika Hazrumy dan Rano Karno-Embay Mulya Syarief, jangan sampai menimbulkan perpecahan di kalangan pemuda.
“Terlibat dalam suksesi kepemimpinan bagi pemuda itu penting, tapi saling menjaga dan menghargai pilihan itu jauh lebih penting,” kata Rohman.
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Serang Abdul Basyar mengatakan, pemuda memiliki peran strategis dalam setiap momentum, terutama dalam pilgub. Sselain ikut memilih, juga memiliki peran strategis untuk memberikan pencerdasan politik pada pemuda lainnya.
“Kami mengajak kepada pemuda khususnya di Banten, dalam Hari Sumpah Pemuda tahun ini, pemuda Banten harus terlibat aktif dalam pilgub,” katanya.
Ketua Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Perwakilan Serang Entis Sutisna juga mengatakan hal yang sama. Refleksi Sumpah Pemuda merupakan komitmen menegaskan persatuan dan kesatuan.
“Pilgub utamanya memberikan keleluasaan bagi rakyat untuk memilih pemimpinnya. Pemuda punya peran strategis mengawal ini,” tandasnya. (Fauzan Dardiri)








