CILEGON – Di tahun 2017 Kelurahan di Kota Cilegon akan mengelola lima persen dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kota Cilegon. Setiap kelurahan akan mendapatkan dan mengelola anggaran yang berkisar Rp1,5 hingga Rp2 miliar.
Lurah Taman Sari, Edy Sugara mengungkapkan anggaran yang ia terima untuk dikelolanya ditahun 2017 kurang lebih sekitar Rp1,8 miliar. Ada tiga pembangunan infrastruktur yang akan menjadi skala prioritasnya. “Untuk infrastruktur perencanaannya kita akan melakukan pembangungan drainase, paving blok dan tembok penahan tanah (TPT),” ujar Edi, Senin (31/10/2016).
Dijelaskannya, dari kisaran Rp1,8 miliar tidak mutlak hanya diperuntukan guna pembangungan infrastruktur. Pembayaran honor seperti pengurus RW, RT, LPM, BKM, dan sfat TKS Kelurahan juga dari dana tersebut. “Sisanya digunakan untuk melakukan seluruh pembayaran honor bahkan juga untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sepertihalnya PHBI. Kalau dikatakan kurang mah ya kurang, tapi Inshaa Allah bisa berjalan secara bertahap,” katanya.
Khusus pembangungan infrasktruktur wilayah, Kelurahan Taman Sari akan mengucurkan sekitar Rp850 juta dari anggaran Rp1,8 miliar itu. “Pengerjaannya harus selesai dalam setahun. Titik-titiknya di Rw 06 untuk drainase, di RW 01 pembangunan paving blok, dan TPT menyebar hampir di setiap RW. Yang mengerjakannya dari BKM, dan LPM,” tuturnya.
Edy berharap seluruh lapisan masyarakat dapat bersama-sama mengawasi pembangunan infrastruktur wilayah yang akan dibangun. Agar percepatan pembangunan dapat berlangsung dengan baik, jauh dari praktek curang. (Riko)








