SERANG – Direktur Utama Bank Banten, Heru Sukanto akui kerugian yang dialami Bank Pembangunan Daerah Banten atau Bank Banten. Hal tersebut diungkapkan Heru saat ditemui sejumlah awak media di pendopo gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Senin (7/11).
Menurut Heru, kerugian yang dialami Bank Banten karena kredit pada bank hasil akuisisi dari Bank Pundi ini menurun, sehingga berpengaruh terhadap pendapatan bunga bank. Menyikapi persoalan tersebut Heru pun mengaku sudah mempunyai solusinya.
“Soal kerugian, itu isunya karena kreditnya menurun terus, sehingga pendapatan bunga kami menjadi berkurang. Jadi resepnya gampang, tingkatkan kredit yang sehat otomatis selesai. Kalau kita kekurangan gizi kan kita kurang makan. Nah kalau kita terus makan makanan yang bergizi, kita akan sehat,” ujarnya.
Menurut Heru, untuk menyikapi persoalan kerugian ini, selain dengan penyaluran kredit, peran serta pemerintah daerah menjadi jalan lain. Menurutnya, tidak ada bank daerah yang tidak sehat karena potensi yang bersumber daerah tersebut besar, tinggal komitmen dari pemerintah daerahnya.
Dengan adanya komitmen pemerintah, seperti menjadikan bank Banten sebagai bank yang mengelola transaksi keuangan daerah, maka persoalan kerugian ini bisa teratasi. “Kita targetkan persoalan ini dapat diatasi pada Juni 2017, kalau keinginan kita diberikan, itu selesai,” ujarnya.
Bank Banten sendiri pada akhir September 2016 dikabarkan mengalami kerugian sebesar Rp283 miliar. Rugi bersih ini naik 28,64 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (Bayu)








