slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Travel Pariwisata

Ide ‘Titik Temu’ Lahir dari Pengalaman Menikmati Kota Tua

Redaksi by Redaksi
15-11-2016 10:01:55
in Pariwisata, Travel
Ide ‘Titik Temu’ Lahir dari Pengalaman Menikmati Kota Tua
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

JAKARTA – Pemenang Sayembara Desain Homestay Nusantara 2016 ternyata punya cara tersendiri untuk menjadi yang terbaik. Peserta dengan judul karya Titik Temu tersebut dibuat atas dasar pengalaman mengunjungi salah satu destinasi prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Kota Tua, Jakarta. Yang oleh Menpar Arief Yahya disebut paling layak dibuat pusat jalan-jalan di tengah heritage building seperti di banyak negara Eropa maupun Amerika.

”Ide tentang desain Titik Temu (Rumah Beranda) berasal dari pengalaman saat beberapa kali menyusuri Kota Tua. Kami melihat kebanyakan orang hanya ramai di satu titik, yaitu Plaza Museum Fatahillah. Kami mencari solusinya dengan cara menciptakan Homestay yang layak di sekitar tempat tersebut, dan tercipta lah Titik Temu atas dasar pengalaman kami menikmati Kota Tua,” Kata Ketua Tim Aditya Wiratama, Sabtu (12/11).

Baca Juga :

Kemenpar Siapkan Paket Wisata Lebaran 2026, Tiket Pesawat Ditarget Turun 18 Persen

Cisadane sebagai Top 125 Event Nasional

Tanjung Lesung Promosikan Wisata Pandeglang di Wonderful Indonesia Tourism Fair 2025

Festival Seni Multatuli Tidak Masuk Kharisma Event Nusantara Kemenpar RI

Aditya membuat karya menjadi pemenang tidak sendirian. Adit-sapaan akrab Aditya-memperoleh hadiah pemenang utama uang tunai Rp 50 juta pada 25 Oktober silam, di Kantor Kemenpar bersama rekannya Rizky Rahmadanti dan Dimas Dianggara Putra.

Sayembara yang didukung oleh Badan Ekonomo Kreatif dan Propan Raya itu memang harus jeli agar bisa menjadi pemenang. Begitu juga yang dilakukan Aditya dkk. Kata Adit, secara detail Homestaynya diciptakan agar para wisatawan bisa nyaman dan tertarik menginap.

Adit menjelaskan, dia berpatokan kepada peta konservasi Kota Tua yang dicanangkan menjadi destinasi wisata. Kota Tua memiliki area yang harus dikonservasi yakni bangunan dan objek-objek memanjang sampai ke ujung Pulau Sunda Kelapa. ”Agar wisatawan tidak capek jalan, dan tidak terlanjur malas untuk menyusurinya dengan jalan kaki, maka lahirlah konsep kami yakni lokasi Guest House yang tersebar mengikuti jalur titik-titik objek wisata yang di Konservasi. Jadi mereka sambil istirahat langsung menginap,” ujar Adit.

Adit berharap, nantinya Homestay bukan hanya menjadi rumah tinggal wisatawan namun juga menjadi rumah singgah bagi siapa saja yang merasa lelah ketika menyusuri kawasan Kota Tua.

”Disinilah pemilik rumah dan Tamu akan bertemu berbagai macam pejalan kaki yang singgah ke rumah mereka. Dari sana diharapkan ada sebuah interaksi baru yang tercipta, ada informasi yang bisa dibagi bagi si pejalan maupun penghuni rumah tentang perjalanan mereka ataupun cerita si penghuni tentang Kota Tua. Jadi semakin terkenal daerah Kota Tua,” ujarnya.

Untuk desainnya? Aditya bersama tim juga memikirkan dengan sangat matang dan terkonsep. Kata Adit, desain rumah berasal dari studi mengenai typologi rumah dan bangunan khas yang ada di Kota Tua. Namun timnya juga berusaha terus mengedepankan tentang budaya lokal Jakarta dengan beragam kultur yang telah masuk dan bercampur.

”Oleh karena itu bangunan didesain dengan konsep menyatukan berbagai ciri dari bangunan khas dari masing-masing budaya tersebut. Yang pertama, sebagai titik temu bangunan dicirikan dengan adanya menara. Hal ini selain sebagai penanda sehingga keberadaannya sehingga mudah di kenali, juga sebagai tempat sirkulasi udara pada atap yang juga bisa kita temui di bangunan-bangunan kolonial di kota tua. Sedangkan atap dan jendela mengadopsi bangunan klenteng yang ada di kawasan Petak Sembilan yang juga masih menjadi kawasan dengan kultur yang kental di kawasan Kota Tua,” ujarnya.

Selanjutnya, imbuh Aditya, dengan luasan yang terbatas, prinsip efisiensi ruang menjadi isu yang penting dalam membangun Home Stay. Melihat objek di kawasan Kota Tua, jembatan kota Intan menjadi salah satu bangunan yang menerapkan efisiensi ruang. Dengan sistem jembatan yang bisa diangkat saat kapal lewat, ruang tersebut menjadi fleksibel dan dapat menyesuaikan fungsinya sesuai kebutuhan. Prinsip itulah yang juga diterapkan pada Titik Temu.

”Rumah selanjutnya menjadi titik temu bagi penghuni, tamu, turis dan masyarakat sekitar yang melewatinya. Poin utamanya di situ,” kata Adit.

Untuk teras atau beranda didesain dengan dinding yang bisa di buka tutup dan berubah fungsinya sesuai kebutuhan. Fungsinya pun disesuaikan dengan budaya dan perilaku masyarakat dari berbagai budaya. ”Fungsi yang pertama Beranda bisa digunakan sebagai toko atau warung bagi pemilik rumah, hal ini mengadopsi kebudayaan orang Tionghoa yang memfungsikan teras sebagai toko di rumahnya. Yang kedua beranda bisa digunakan sebagai teras publik seperti pada rumah kebaya atau rumah adat Betawi dimana teras menjadi ruang tamu publik yang bisa diakses siapa saja tamu yang singgah,” ujar Rizky Rahmadanti.

Lebih lanjut Rizky menambahkan, saat dinding dibuka, fungsinya pun bertambah menjadi tempat duduk yang bisa diduduki pejalan saat melintasinya. ”Namun saat pemilik menginginkan ruang private pun beranda ini bisa ditutup dan berubah fungsinya menjadi ruang dalam yang privat untuk pemilik rumah. Keberadaan Beranda yang terbuka dimaksudkan agar tamu bisa meningkatkan interaksi dengan pemilik maupun masyarakat sekitar. Namun tamu juga bisa dimanjakan dengan susasana Ruang Tidur yang seperti berada di dalam Menara, sehingga suasana kolonial dan Kota Tua masih tetap dapat dirasakan walaupun sudah di dalam kamar tidur,” katanya.

Selanjutnya, imbuh Rizky, isu mengenai ruang terbuka hijau juga penting di kota padat seperti Jakarta. Ruang terbuka hijau menjadi sangat terbatas didesak oleh kebutuhan runag yang banyak di atas lahan yang sempit. Namun Rizky bersama timnya juga terus berusaha menyelesaikan masalah itu dengan menempatkan Taman di tengah Rumah, sehingga menambah resapan air dan juga sebagai sirkulasi udara dan cahaya yang baik seperti pada Rumah Tionghoa dan colonial Belanda.

”Lagi-lagi kami berusaha menyuntikkan program ruang yang sudah diterapkan pada Rumah-Rumah berbagai macam budaya tersebut. Dengan memperhatikan konteksnya, rumah Beranda dengan konsep titik temu dan multikultural diharapkan mampu menjadi bangunan yang mempunyai nilai ekonomi, meningkatkan interaksi sosial dan kebutuhan pejalan kaki akan tempat singgah selama menyusuri Kota Tua, juga memenuhi kebutuhan rumah tinggal yang nyaman bagi tamu atau wisatawan,” katanya. (ADVERTORIAL/Kemenpar RI)

Tags: Kementerian Pariwisata
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Jika Ahok Jadi Tersangka, PDIP Tak Akan Cabut Dukungan

Next Post

Prespektif Rhenald Kasali: Trump dan Kecemasan (Berlebihan) Kita

Related Posts

Kemenpar Siapkan Paket Wisata Lebaran 2026, Tiket Pesawat Ditarget Turun 18 Persen
Ekonomi

Kemenpar Siapkan Paket Wisata Lebaran 2026, Tiket Pesawat Ditarget Turun 18 Persen

by Aas Arbi
Jumat, 20 Maret 2026 16:02

JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan berbagai paket wisata untuk menyambut libur Idul Fitri 2026, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat...

Read moreDetails

Cisadane sebagai Top 125 Event Nasional

Tanjung Lesung Promosikan Wisata Pandeglang di Wonderful Indonesia Tourism Fair 2025

Festival Seni Multatuli Tidak Masuk Kharisma Event Nusantara Kemenpar RI

Dinas Pariwisata Banten Targetkan 22 Juta Kunjungan Wisatawan di Tahun 2025

Indahhya Wisata Lerang Cibolang di Lebak, Favorit Wisata Keluarga di Lebak

Jumlah Petani di Kabupaten Serang Terus Berkurang, Ada Apa?

Ikan Mas Sinyonya, Ikan Peninggalan Purbakala yang Hampir Punah di Pandeglang

Punya Pantai Terpanjang di Banten, Investor Bonafit Belum Lirik Sektor Pariwisata di Pandeglang

Diskusi Pariwisata Sambil Berlayar di Selat Sunda

Next Post
Prespektif Rhenald Kasali: Trump dan Kecemasan (Berlebihan) Kita

Prespektif Rhenald Kasali: Trump dan Kecemasan (Berlebihan) Kita

Habib Rizieq: Insya Allah Ahok Masuk Penjara

Habib Rizieq: Insya Allah Ahok Masuk Penjara

Love Story

Love Story: Hidup Miskin Sepahit Empedu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Layanan Digital PT BPR Serang Segera Dilaunching, Tunggu Izin dari Bank Indonesia

Rabu, 3 Juni 2026 18:48

JAM Street Perkuat Ekspansi di Banten, Gandeng Driver dan UMKM Lokal

Rabu, 3 Juni 2026 18:19

Disperindag dan Krakatau Steel Kunjungi PT Alnoirda Putra Baja, Dorong Hilirisasi Industri UMKM di Cilegon

Rabu, 3 Juni 2026 18:18

Kecamatan Tigaraksa Tangerang Gelar Penguatan Posbakum di 12 Desa dan 2 Kelurahan

Rabu, 3 Juni 2026 18:16

Kepala Kantah Tangsel Larang Keras Pungutan Liar dalam Pelayanan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 18:15

DPRD Banten Mulai Bahas Perda Anti Bullying

Rabu, 3 Juni 2026 18:14

Layanan Digital PT BPR Serang Segera Dilaunching, Tunggu Izin dari Bank Indonesia

Rabu, 3 Juni 2026 18:48

JAM Street Perkuat Ekspansi di Banten, Gandeng Driver dan UMKM Lokal

Rabu, 3 Juni 2026 18:19

Disperindag dan Krakatau Steel Kunjungi PT Alnoirda Putra Baja, Dorong Hilirisasi Industri UMKM di Cilegon

Rabu, 3 Juni 2026 18:18

Kecamatan Tigaraksa Tangerang Gelar Penguatan Posbakum di 12 Desa dan 2 Kelurahan

Rabu, 3 Juni 2026 18:16

Kepala Kantah Tangsel Larang Keras Pungutan Liar dalam Pelayanan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 18:15

DPRD Banten Mulai Bahas Perda Anti Bullying

Rabu, 3 Juni 2026 18:14

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Layanan Digital PT BPR Serang Segera Dilaunching, Tunggu Izin dari Bank Indonesia

by Ahmad Rizal Ramdhani
Rabu, 3 Juni 2026 18:48

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Serang akan segera melauching layanan digital untuk memudahkan pelayanan terhadap masyarakat. Nantinya ada aplikasi...

JAM Street Perkuat Ekspansi di Banten, Gandeng Driver dan UMKM Lokal

by Nurandi
Rabu, 3 Juni 2026 18:19

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Aplikasi transportasi online dan ekosistem digital karya anak bangsa, JAM Street, terus memperkuat eksistensinya di Provinsi Banten....

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak