• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama Wacana Publik

Prespektif Rhenald Kasali: Trump dan Kecemasan (Berlebihan) Kita

Aas Arbi by Aas Arbi
Selasa, 15 November 2016 10:17
in Wacana Publik
Prespektif Rhenald Kasali: Trump dan Kecemasan (Berlebihan) Kita

Prespektif Rhenald Kasali

KETIKA Rabu siang (9/11) Donald Trump dinyatakan sebagai pemenang pilpres Amerika Serikat (AS), sebagian kita cemas. Lusinan pesan WhatsApp (WA) dan Line masuk ke smartphone saya. Saya kutipkan beberapa di antaranya yang mungkin juga diterima Anda.

”Website Kedutaan Kanada sampai hang akibat banyaknya permohonan dari warga AS untuk pindah ke negara itu.”

RelatedPosts

Reaktivasi Kereta Rangkasbitung-Labuan

Dishub Pandeglang Siapkan Trayek Angkutan Dukung Reaktivasi Kereta Rangkasbitung-Labuan

Sabtu, 3 Oktober 2026 17:20
HUT ke-26 Provinsi Banten

Refleksi HUT Ke-26 Banten: Dari Bandar Silang Budaya Menuju Banten Berdampak

Sabtu, 3 Oktober 2026 14:53
Porprov Banten 2026

Porprov Banten 2026: Mengejar Waktu, Mengejar Kesiapan

Sabtu, 3 Oktober 2026 12:09
PJU Smart LED Cilegon

Ratusan PJU di Jalan Lingkar Selatan Cilegon Akan Diganti Smart LED

Senin, 21 September 2026 12:24

”For the four next year, avoid America.”

”Apply visa ke AS sekarang. Sebentar lagi bakal dipersulit. Apalagi, Indonesia negara muslim terbesar di dunia.”

”Wah, Amerika bakal kacau.”

”Mengapa negara sebesar AS mesti dipimpin oleh Donald Duck.”

”Jangan simpan dolar AS.”

”Beberapa staf di Kedubes AS di Jakarta menangis.”

Oh ya, ada juga pesan berupa gambar. Di antaranya, gambar tentang Melania Trump sewaktu masih menjadi foto model. Anda tahulah kira-kira seperti apa gambarnya. Di situ disertai teks: ”Inilah first lady Amerika Serikat yang baru.”

Masih banyak lagi. Semuanya bernada miring. Saya tersenyum geli ketika menerima pesan-pesan tersebut. Saya kira Anda, dan juga para pengirim pesan tersebut, masih tidak percaya dan belum bisa menerima bahwa Trump memenangi pilpres AS. Apalagi, sebelumnya nyaris semua lembaga survei di AS menyatakan Hillary Clinton bakal menang.

Kita juga pernah punya pengalaman serupa di negeri ini. Tampaknya, dibutuhkan waktu panjang untuk mengobati ”luka” di hati saat ”jagoan” dikalahkan. Ada yang mengatakan itu hasil kecurangan, ada juga yang bilang kelicikan. Setelah itu, pesan berantai di medsos tak pernah habisnya berisi umpatan.

Tapi, begitulah. Baik itu di sana maupun di sini, hati manusia tetap sama. Keputusan juga sama. Kita tentu harus legawa, menerimanya, suka atau tidak suka.

Sosok Pebisnis

Saya tahu, semasa kampanye pilpres di AS, banyak dari Anda yang terjebak dengan materi dan gaya kampanye Trump. Dia membangun citra diri sebagai sosok yang kontroversial. Nasional, tapi sekaligus juga chauvinist. Dia juga rasis dan sangat arogan, pedas dan menyakitkan. Skandalnya ada di sana-sini. Semua memberikan kesan bahwa Trump tak layak menjadi presiden AS. Dia bahkan dianggap sebagai public enemy. Bukan hanya oleh sebagian warga AS, tapi juga masyarakat dunia.

Hanya satu hal yang mungkin kita lupa, Trump adalah pebisnis, dan pemain watak televisi, bukan politikus. Kalau sebagai politikus, dia mungkin tak mau tampil dengan citra seperti di atas. Sebagai pebisnis-kapitalis, dia tampaknya punya sudut pandang yang lain. Maksud saya, citra diri yang semacam itu –arogan, kontroversial, rasis, dan lain lain– justru membuatnya jadi terlihat berbeda bila dibandingkan dengan pesaingnya. Semacam diferensiasi.

Diferensiasi semacam itu sangat penting. Banyak produk dan brand ingin terlihat berbeda dan menonjol, tetapi gagal melakukannya. Menjadi terlihat berbeda memang tidak mudah, dan Trump mampu melakukannya bagi khalayak Amerika, bukan kita. Kalau buat warga kita, dia pasti disambut dengan amarah dan cemooh.

Lalu, apakah Trump akan memimpin AS sesuai dengan materi yang dia kampanyekan? Saya tidak begitu yakin. Sebagai kapitalis sejati, yang ada di benak mereka hanya profit. Hanya, kali ini Trump mesti mengubah mindset-nya untuk tidak boleh lagi berpikir profit bagi imperium bisnisnya, melainkan bagi negara dan masyarakat AS.

Sebagai kapitalis sejati, selama di situ masih ada profit –hanya bergantung horizonnya, jangka pendek, menengah, atau panjang– segala sesuatu bisa dirundingkan. Jadi, dalam bisnis, tidak ada harga mati. Kata orang, bisnis adalah the art of possibility. Membuat sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah. Membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Membuat pintu yang tadinya tertutup menjadi terbuka. Syaratnya, itu tadi, ada profit di dalamnya. Semangat itulah yang saya suka dari orang-orang bisnis.

Obama Melembutkannya

Anda yang mengikuti perkembangan kampanye kedua kubu itu tentu bisa merasakan ”panasnya” iklim politik. Namun, ada satu hal yang menarik. Kendati ikut menyerang Trump dalam rangka membela rekan separtainya, Barack Obama segera menyambut kedatangan presiden terpilih itu di Gedung Putih hanya dua hari setelah pengumuman kemenangan Trump.

Publik pun menyaksikan gestur tubuh Trump yang berbeda, jauh lebih kalem dan memiliki rasa hormat kepada simbol negara.

Oleh Obama, dalam konferensi pers, dia disebut sebagai sosok ”yang sangat baik”. Mereka tampak berbincang sangat akrab dan penuh tawa, seperti ingin menunjukkan pada dunia, ”inilah tradisi berdemokrasi kami: setelah pertempuran selesai, semua harus kembali dalam kehidupan normal dan saling menghormati, bersatu.”

Wartawan CNN yang mengomentari peristiwa itu sempat melontarkan keterkejutannya, ”Mereka ternyata bisa saling mencintai,” ujarnya. Tetapi, pernyataan tersebut segera dikoreksi rekannya. ”Mereka sesungguhnya tidak saling mencintai, tetapi mereka rela menaklukkan ego mereka demi negeri yang mereka cintai.”

Ah, andai saja kedewasaan berpolitik itu juga ada di sini, saya kira damailah negeri ini dan sejahteralah hidup anak-cucu kita. (*)

@Rhenald_Kasali

 

 

 

 

Tags: perspektif rhenald kasali
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Ide ‘Titik Temu’ Lahir dari Pengalaman Menikmati Kota Tua

Next Post

Habib Rizieq: Insya Allah Ahok Masuk Penjara

Next Post
Habib Rizieq: Insya Allah Ahok Masuk Penjara

Habib Rizieq: Insya Allah Ahok Masuk Penjara

PPPK Paruh Waktu Dialihkan ke Pusat, Pemprov Banten Alihkan Anggaran untuk Pembangunan

PPPK Paruh Waktu Dialihkan ke Pusat, Pemprov Banten Alihkan Anggaran untuk Pembangunan

Rabu, 7 Oktober 2026 06:30
Jalan Tol Rangkasbitung-Cileles Beroperasi Normal Mulai Desember 2026

Jalan Tol Rangkasbitung-Cileles Beroperasi Normal Mulai Desember 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 09:16
Benyamin Lantik 55 PNS Baru

Benyamin Davnie Lantik 55 PNS Baru di Lingkungan Pemkot Tangerang Selatan

Rabu, 7 Oktober 2026 12:41
Kebakaran Pengadilan Tinggi Agama Banten

Kebakaran Hebat Melanda Pengadilan Tinggi Agama Banten, Satu Pegawai Terjebak Kobaran Api

Rabu, 7 Oktober 2026 13:39
Stasiun Cipocok Jaya Berpotensi Kembali Beroperasi Seiring Elektrifikasi Rangkasbitung-Merak

Stasiun Cipocok Jaya Berpotensi Kembali Beroperasi Seiring Elektrifikasi Rangkasbitung-Merak

Minggu, 4 Oktober 2026 10:33
Kapolda Banten Hendra Kurniawan

Jabat Kapolda Banten, Irjen Pol Hendra Kurniawan Harapkan Dukungan Semua Pihak

Selasa, 6 Oktober 2026 11:15
Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Selasa, 17 Maret 2026 13:06

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Penambangan tanah urug ilegal

Polda Banten Selidiki Dugaan Penambangan Tanah Urug di Kasemen

by Fahmi
Kamis, 8 Oktober 2026 07:08
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Penyidik Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Banten tengah menyelidiki dugaan aktivitas penambangan tanah urug di wilayah Kecamatan...

Peningkatan kapasitas kepala desa

Bupati Tangerang Tekankan Sinergi Kepala Desa dan Tata Kelola Keuangan Desa

by Mulyadi
Kamis, 8 Oktober 2026 07:04
0

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Bupati Tangerang Maesyal Rasyid meminta para kepala desa memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Badan Permusyawaratan Desa...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.