slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Travel Pariwisata

CEO Message #15: Homestay untuk Desa Wisata

Redaksi by Redaksi
17-11-2016 10:01:12
in Pariwisata, Travel
CEO Message #15: Homestay untuk Desa Wisata

Menteri Pariwisata RI Arief Yahya.

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

JAKARTA – Pekan ini, Minggu ke-2 Bulan November 2016, Menteri Pariwisata RI Arief Yahya mengeluarkan CEO Message yang ke-15. Saat Rapim di Lantai 16, Gedung Sapta Pesona, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, dia menyampaikan pesan khusus tersebut. Message yang harus dijadikan panduan di internal kementerian, juga boleh dikonsumsi publik untuk benchmark atau referensi dalam menjalankan roda perusahaan, kementerian atau lembaga lain.

“Saya selalu berawal dari akhir. Berangkat dari target 20 juta wisman di 2019. Untuk menuju target itu, harus menggunakan cara Apa? Bagaimana? Kapan? Mengapa harus menggunakan cara itu? Dimulai Kapan dan Darimana?” sebut Mantan Dirut PT Telkom yang lulusan ITB Bandung, Surrey University Inggris, dan Doktor Unpad Bandung itu.

Baca Juga :

Kemenpar Siapkan Paket Wisata Lebaran 2026, Tiket Pesawat Ditarget Turun 18 Persen

Cisadane sebagai Top 125 Event Nasional

Tanjung Lesung Promosikan Wisata Pandeglang di Wonderful Indonesia Tourism Fair 2025

Festival Seni Multatuli Tidak Masuk Kharisma Event Nusantara Kemenpar RI

Begitupun dalam mengejar target 20 juta itu. Dia break down dari sisi Atraksi, Amenitas dan Aksesnya. Jika di CEO Message lalu mengupas bagaimana menemukan seats capacity 30 juta, untuk target 20 juta, itu adalah aksi untuk menggarap akses. Bagaimana dengan amenitas? Kapasitas akomodasi? Mungkinkan dalam waktu cepat, menambah hotel dengan cara massif di semua destinasi yang bakal dikembangkan Kemenpar? Itupun masih membutuhkan waktu yang lebih lama, lebih dari 3 tahun?

Maka CEO Message #15 inilah, terobosan cerdas untuk menemukan titik temu proyeksi dan opportunitynya. Silakan dibaca transkrip dari CEO Message #15, yang berjudul “Homestay Untuk Desa Wisata” ini:

Untuk mengembangkan wisata perdesaan di desa-desa wisata diperlukan konsep low-cost tourism (LCT). Melalui konsep LCT ini kita ingin menjadikan pariwisata sebagai sebuah basic needs. Untuk itu harganya harus terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Bagaimana caranya? Caranya, kita harus menciptakan attraction, access, dan accomodation (3A) yang terjangkau dengan memanfaatkan kelebihan kapasitas (excess capacity) yang ada.

Nah, untuk mewujudkan accomodation yang murah dan mudah kita harus melakukan terobosan dengan membangun sebanyak mungkin homestay (rumah wisata) di desa-desa wisata seluruh pelosok Tanah Air. Murah karena harga penyewaan homestay sangat terjangkau karena dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Mudah karena wisatawan dari seluruh dunia bisa mengakses informasinya melalui Indonesia Travel Exchange (ITX). Dengan inisiatif ini, kita bahkan berambisi untuk memposisikan Indonesia sebagai negara yang memiliki homestay terbanyak di dunia.

Identitas Arsitektur Nusantara

Akhir Oktober lalu bertempat di Gedung Sapta Pesona kita mengumumkan para pemenang Sayembara Desain Arsitektur Nusantara untuk homestay. Kita menetapkan 10 pemenang yang mewakili desain arsitektur homestay untuk 10 destinasi prioritas yang sudah kita tetapkan. Ke-10 desain homestay ini nantinya akan menjadi acuan pembangunan homestay di Tanah Air. Dengan begitu diiharapkan desain arsitektur kita memiliki ciri khas yang mengacu pada budaya dan kearifan lokal Nusantara.

Ide penyelenggaraan sayembara tersebut berawal dari keprihatinan Bapak Presiden mengenai tak adanya identitas arsitektur Nusantara. Seni dan budaya membangun rumah adat di Indonesia itu begitu beragam. Ratusan jumlah suku memiliki ratusan model arsitektur. Ada Rumah Bolon di Sumatera Utara, Tongkonan di Toraja, Joglo dan pendopo Limasan di Jawa, atau rumah adat Bali dengan ornamen yang khas. Namun kini ratusan warisan desain itu kian tergusur oleh model-model arsitektur dari luar yang menyerbu hampir di semua kota di Tanah Air.

Dua kali Pak Presiden mengingatkan saya mengenai pentingnya identitas ini. Pertama saat melakukan kunjungan kerja ke Mandeh, Pesisir Selatan, beliau mengingatkan agar arsitektur Nusantara dilestarikan. Secara khusus Bapak Presiden mengingatkan agar kita melestarikan arsitektur atap rumah Bagonjong di Minangkabau Sumatera Barat.

Kedua pada saat kunjungan kerja ke Borobudur beliau mengingatkan sekali lagi pentingnya identitas ini. Beliau mengatakan, agar tidak membuat candi Borobudur menjadi benda yang asing, maka pada saat akan memasuki kawasan wisata bersejarah tersebut kita harus mengondisikannya dengan bangunan-bangunan rumah yang selaras dengan arsitektur Borobudur.

Target 100.000 Homestay

Sayembara Desain Arsitektur Nusantara untuk homestay dilakukan tak hanya sekedar untuk melestarikan kekayaan budaya kita, tapi lebih strategis lagi untuk memenuhi kebutuhan akomodasi yang sangat besar dalam rangka mewujudkan visi mendatangkan 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 275 juta perjalanan wisatawan nusantara di tahun 2019. Untuk mewujudkan visi tersebut setidaknya kita butuh 100 ribu kamar di berbagai destinasi wisata utama kita.

Coba kita sedikit berhitung. Kalau pukul rata setiap hotel memiliki 100 kamar, maka untuk mewujudkan target di atas kita butuh setidaknya 1000 hotel. Ambil contoh hotel chain terbesar, salah satunya Accor Group, hanya mampu membangun sebanyak 100 hotel hingga 5 tahun ke depan. Ambil rata-rata per hotel memiliki 200 kamar, maka Accor hanya mampu menyediakan 20.000 kamar.

Itu satu isu. Isu yang lain, hotel chain seperti Accor Group tentu saja tak mau membangun hotel di sembarang lokasi. Ia akan membangun hotel di kota-kota besar dengan pasar yang sudah terbentuk. Sementara itu kita justru ingin membangun hotel-hotel di seluruh Indonesia, langsung saya sebut saja di desa-desa wisata.

Untuk mensolusikan dua isu tersebut kita perlu terobosan dalam menyediakan akomodasi. Ingat, hasil yang luar biasa hanya bisa diperoleh dengan cara yang tidak biasa. Terobosan yang bisa kita lakukan adalah dengan membangun homestay. Karena skalanya kecil, membangun homestay akan lebih mudah dan lebih fleksibel dibandingkan membangun hotel. Pembangunan homestay juga bisa tersebar di berbagai destinasi wisata di seluruh pelosok Tanah Air karena nantinya homestay tersebut akan dimiliki oleh masyarakat di sekitar destinasi wisata.

Ambil contoh di sebuah desa di Ende Flores yang letaknya jauh terpencil namun memiliki atraksi wisata yang luar biasa. Di lokasi ini kita akan relatif sulit menarik investor untuk membangun hotel dengan 100 kamar. Namun tidak demikian halnya dengan homestay. Membangun 100 homestay relatif lebih mudah dibandingkan membangun satu hotel 100 kamar. Misalnya kita memerlukan lahan sekitar 1 hektar.  Katakan sekitar 30 persen dari lahan tersebut disisihkan untuk fasilitas umum, maka masih ada 7000 m2 yang bisa dikapling-kapling untuk dijadikan 100 homestay type LT/LB berukuran 70/36 m2, yang  pembangunannya-pun dapat dilakukan secara bertahap.

Skema Pembiayaan

Tadi saya katakan bahwa masyarakat setempat akan berkesempatan untuk memiliki homestay-homestay yang dibangun. Lalu bagaimana caranya? Agar mereka bisa memiliki, maka kuncinya adalah di pembiayaan. Skemanya ada dua jenis, yaitu subsidi dan non-subsidi.

Untuk skema subsidi, karena homestay ini sekaligus merupakan bagian dari upaya untuk membangun rumah untuk rakyat, maka pemerintah harus memberikan subsidi. Untuk itu kita bekerjasama dengan BTN dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Di sini BTN akan menyalurkan sumber dana untuk pembiayaan homestay tersebut dengan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menggunakan sistem Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Untuk skema subsidi ini homestay yang dibangun haruslah menggunakan desain hasil Sayembara Desain Arsitektur Nusantara.

Kurang lebih skema pembiayaannya adalah sebagai berikut. Misalnya harga homestay type 70/36 adalah Rp 125 juta, maka agar terjangkau, uang mukanya sekitar 1% dari nilai rumah, dengan bunga fix sekitar 5%, tenornya bisa mencapai 20 tahun. Dengan demikian cicilannya relatif ringan di bawah Rp1 juta per bulan, katakanlah Rp800 ribu. Kalau homestay tersebut disewakan dengan harga Rp150 ribu, maka dengan 4 kali weekend (8 hari sewa) pemilik homestay akan bisa mendapatkan Rp1,2 juta per bulan.

Kalau diambil nilai aman 80%, maka si pemilik masih mendapatkan Rp960 ribu per bulan, sehingga masih feasible. Itu belum memasukkan pemasukan untuk weekdays. Anggaplah pemasukan di weekdays adalah bonus. Dengan perhitungan sederhana tersebut terlihat bahwa perhitungannya masuk dan prospeknya cukup menjanjikan bagi pemilik homestay.

Itu untuk yang subsidi. Bagaimana dengan yang non-subsidi? Dengan prospek yang cukup menjanjikan tersebut, untuk beberapa daerah, skema commercial loan sesungguhnya tidak menjadi masalah karena masih cukup menguntungkan. Untuk yang non-subsidi, mungkin luasan homestay bisa lebih fleksibel, desainnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan, atau bisa juga homestay-nya merupakan renovasi dari rumah yang sudah ada.

Rekan-rekan Kemenpar, kita akan menjadikan pembangunan 100 ribu homestay yang akan kita mulai tahun depan sebagai momentum untuk mendorong terwujudnya low-cost tourism. Seiring dengan pembenahan access dan digitalisasi melalui platform ITX, kita ingin menjadikan homestay sebagai katalisator bagi terwujudnya pariwisata sebagai basic needs. Itu sebabnya kita menempatkan airlines (access), digitalisasi, dan homestay sebagai program utama kita tahun depan.

Dengan konsep low-cost tourism yang diimplemantasikan melalui pembangunan homestay untuk desa wisata ini, akan menjadikan pariwisata sebagai basic needs.

Sekali lagi, hasil yang luar biasa hanya bisa diperoleh dengan cara yang tidak biasa. Salam pesona Indonesia. (ADVERTORIAL/Kemenpar RI)

Tags: Kementerian Pariwisata
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Harga Pertamax dan Pertamax Plus Naik, Nih Daftarnya

Next Post

Ribuan Buruh di Cilegon Unjuk Rasa ke Serang Tuntut Kenaikan UMK

Related Posts

Kemenpar Siapkan Paket Wisata Lebaran 2026, Tiket Pesawat Ditarget Turun 18 Persen
Ekonomi

Kemenpar Siapkan Paket Wisata Lebaran 2026, Tiket Pesawat Ditarget Turun 18 Persen

by Aas Arbi
Jumat, 20 Maret 2026 16:02

JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan berbagai paket wisata untuk menyambut libur Idul Fitri 2026, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat...

Read moreDetails

Cisadane sebagai Top 125 Event Nasional

Tanjung Lesung Promosikan Wisata Pandeglang di Wonderful Indonesia Tourism Fair 2025

Festival Seni Multatuli Tidak Masuk Kharisma Event Nusantara Kemenpar RI

Dinas Pariwisata Banten Targetkan 22 Juta Kunjungan Wisatawan di Tahun 2025

Indahhya Wisata Lerang Cibolang di Lebak, Favorit Wisata Keluarga di Lebak

Jumlah Petani di Kabupaten Serang Terus Berkurang, Ada Apa?

Ikan Mas Sinyonya, Ikan Peninggalan Purbakala yang Hampir Punah di Pandeglang

Punya Pantai Terpanjang di Banten, Investor Bonafit Belum Lirik Sektor Pariwisata di Pandeglang

Diskusi Pariwisata Sambil Berlayar di Selat Sunda

Next Post
Ribuan Buruh di Cilegon Unjuk Rasa ke Serang Tuntut Kenaikan UMK

Ribuan Buruh di Cilegon Unjuk Rasa ke Serang Tuntut Kenaikan UMK

Love Story

Love Story: Cintaku Direbut Pria Berseragam

Rano Karno Lobi Investor Australia

Rano Karno Lobi Investor Australia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Bang Andra Bangun 8 Ruas Jalan dan 1 Jembatan di Pandeglang

Bang Andra Bangun 8 Ruas Jalan dan 1 Jembatan di Pandeglang

Senin, 6 Juli 2026 06:46
Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba Bikin Belanja Mendadak Jadi Lebih Praktis dan Cepat

Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba Bikin Belanja Mendadak Jadi Lebih Praktis dan Cepat

Senin, 6 Juli 2026 06:38
Prakiraan Cuaca di Banten Hari Ini, 23 Juli 2025: Wilayah Barat dan Tengah Banten Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Banten 6 Juli 2026Prakiraan Cuaca Banten 6 Juli 2026, Seluruh Wilayah Diprediksi Cerah

Senin, 6 Juli 2026 06:31
Intan Tinjau Posko Pengungsian Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin

Intan Tinjau Posko Pengungsian Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin

Senin, 6 Juli 2026 06:27
TPA Jatiwaringin

Pemkab Tangerang Pastikan Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin dan Warga Terdampak Dioptimalkan

Minggu, 5 Juli 2026 16:53
MTQ Imam Provinsi Banten

MTQ Imam Masjid Tingkat Provinsi Banten, Irjen Pol M. Sabilul Alif Dorong Penguatan Kapasitas Imam Menuju IGIC 2026

Minggu, 5 Juli 2026 16:34
Bang Andra Bangun 8 Ruas Jalan dan 1 Jembatan di Pandeglang

Bang Andra Bangun 8 Ruas Jalan dan 1 Jembatan di Pandeglang

Senin, 6 Juli 2026 06:46
Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba Bikin Belanja Mendadak Jadi Lebih Praktis dan Cepat

Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba Bikin Belanja Mendadak Jadi Lebih Praktis dan Cepat

Senin, 6 Juli 2026 06:38
Prakiraan Cuaca di Banten Hari Ini, 23 Juli 2025: Wilayah Barat dan Tengah Banten Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Banten 6 Juli 2026Prakiraan Cuaca Banten 6 Juli 2026, Seluruh Wilayah Diprediksi Cerah

Senin, 6 Juli 2026 06:31
Intan Tinjau Posko Pengungsian Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin

Intan Tinjau Posko Pengungsian Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin

Senin, 6 Juli 2026 06:27
TPA Jatiwaringin

Pemkab Tangerang Pastikan Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin dan Warga Terdampak Dioptimalkan

Minggu, 5 Juli 2026 16:53
MTQ Imam Provinsi Banten

MTQ Imam Masjid Tingkat Provinsi Banten, Irjen Pol M. Sabilul Alif Dorong Penguatan Kapasitas Imam Menuju IGIC 2026

Minggu, 5 Juli 2026 16:34

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Bang Andra Bangun 8 Ruas Jalan dan 1 Jembatan di Pandeglang

Bang Andra Bangun 8 Ruas Jalan dan 1 Jembatan di Pandeglang

by Purnama Irawan
Senin, 6 Juli 2026 06:46

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Program Bang Andra (Bangun Jalan Desa Sejahtera) membangun delapan ruas jalan dan...

Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba Bikin Belanja Mendadak Jadi Lebih Praktis dan Cepat

Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba Bikin Belanja Mendadak Jadi Lebih Praktis dan Cepat

by Agung S Pambudi
Senin, 6 Juli 2026 06:38

Momen mendadak sering kali datang tanpa aba-aba, termasuk ketika kebutuhan harian harus segera dipenuhi. Sedang memasak, baru sadar stok telur...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak