• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Sekam

Nasi Uduk di Masa Tua

Mashudi by Mashudi
Senin, 6 Juli 2026 07:36
in Sekam
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Catatan Sekam

Sudah satu setengah bulan saya menurunkan berat badan. Hasilnya lumayan.

Enam kilogram sudah hilang. Jangan balik lagi.

RelatedPosts

Kalau Kurang, Tambah

Kalau Kurang, Tambah

Kamis, 15 Oktober 2026 07:40
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Ongkos Menunggu Hujan

Senin, 12 Oktober 2026 07:38
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Pabrik Dekat, Kesempatan Jauh

Kamis, 8 Oktober 2026 07:49
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Setelah Ucapan Selamat

Senin, 5 Oktober 2026 07:29

Target saya delapan kilogram dalam dua bulan. Sama seperti tiga tahun lalu. Waktu itu berhasil. Setelah itu naik lagi. Ya begitulah. Menurunkan berat badan ternyata lebih mudah daripada menjaga mulut.

Yang lucu, setiap kali badan saya mengecil, pertanyaan orang hampir selalu sama. “Sakit apa?” Jarang sekali ada yang bertanya,

“Sekarang lebih sehat, ya?”

Tiga tahun lalu juga begitu. Saat berat badan turun delapan kilogram, banyak yang bilang saya terlalu kurus. Tidak pantas. Tidak enak dilihat.

Saya hanya tertawa. Mungkin di negeri ini orang sehat harus tetap terlihat agak gemuk. Pipinya harus ada. Perut sedikit maju tidak apa-apa. Asal jangan sampai tetangga curiga.

Pada­hal, dulu yang berlebihan bukan hanya berat badan saya. Kolesterol tinggi. Trigliserida tinggi. Glukosa mulai naik. Lemak darah juga ikut-ikutan. Kompak. Seperti rombongan kondangan.

Begitu berat badan turun, angka-angka itu ikut turun. Hasil pemeriksaan kembali ba­ik. Celana longgar. Badan juga lebih ri­ngan. Naik tangga tidak ngos-ngosan lagi.

Sekarang teori diet banyak sekali. Ada yang menghitung kalori. Ada yang takut karbohidrat. Ada yang mengatur jam makan. Ada yang puasa dengan nama keren, yaitu intermittent fasting.

Sila­kan saja. Saya tidak anti teori. Tapi ka­dang teori itu membuat orang sibuk se­belum mulai. Belum makan sudah meng­­hitung kalori. Begitu makanan datang, hitungannya hilang. Apalagi kalau ada sambal, gorengan, lalapan, ikan bakar, atau lauk favorit. Teori biasanya kalah cepat.

Pada bulan pertama diet, saya tidak makan nasi. Tidak makan yang berbahan tepung. Tidak minum yang manis. Cukup makan ikan, tahu tempe, telur, sayuran, dan sesekali daging. Hasilnya bagus. Berat badan turun. Kolesterol turun. Glukosa membaik. Trigliserida angkanya tidak merah lagi.

Dokter sebenarnya bilang sederhana saja. Kurangi porsi. Awalnya saya pilih jalan sendiri. Setelah itu baru kembali ke jalan dokter.

Saya makan nasi lagi. Tetap makan lauk. Tetap minum kopi. Tidak ada makanan yang saya musuhi. Saya hanya belajar berhenti sebelum terlalu kenyang.

Ternyata bisa.

Diet itu sebenarnya tidak serumit seminar. Bukan lomba paling menderita. Bukan pula adu banyak pantangan. Intinya mau mengurangi. Lalu mau mengulanginya lagi besok.

Satu sendok nasi yang dikurangi hari ini memang terlihat kecil. Tapi kalau dilakukan tiap hari, hasilnya terasa. Tubuh ini diam-diam mencatat. Kita saja yang sering pura-pura lupa.

Saya melakukan ini bukan karena ingin disebut kurus. Saya punya mimpi sederhana.

Nanti, ketika sudah tua, saya masih ingin makan nasi uduk. Masih ingin sesekali ma­kan kikil. Masih ingin makan sate bersama teman-teman lama.

Bagi saya, itulah tujuan diet. Bukan berhenti mencintai makanan. Tapi menjaga tubuh supaya kelak masih diberi izin menikmatinya.

Jadi kalau ada yang bertanya rahasianya apa, jawabannya pendek saja. Kurangi porsi. Hari ini. Besok lagi. Lusa lagi.

Sebab diet pada akhirnya bukan soal banyaknya teori. Diet itu soal mau.

Mau menahan sedikit sekarang, supaya nanti masih bisa makan nasi uduk di masa tua. (*)

Tags: Catatan Sekam
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Tangsel Turunkan 11 Personel dan Dua Armada Bantu Pemadaman TPA Jatiwaringin

Next Post

Mengenal Tapir, Satwa Langka Indonesia yang Terancam Punah dan Dilindungi Negara

Next Post
Mengenal Tapir, Satwa Langka Indonesia yang Terancam Punah dan Dilindungi Negara

Mengenal Tapir, Satwa Langka Indonesia yang Terancam Punah dan Dilindungi Negara

Pemkot Serang Uji Coba Bus Listrik DAMRI 19–23 Oktober, Layani Dua Koridor

Pemkot Serang Uji Coba Bus Listrik DAMRI 19–23 Oktober, Layani Dua Koridor

Sabtu, 17 Oktober 2026 11:52
Legalitas panitia Muprov Kadin Banten

Bacalon Ketua Kadin Banten Pertanyakan Legalitas Panitia Muprov

Jumat, 16 Oktober 2026 14:39
Tangsel Otozone 2026 Hadirkan Layanan Pajak Daerah hingga Samsat di Bintaro Xchange Mall 2

Tangsel Otozone 2026 Hadirkan Layanan Pajak Daerah hingga Samsat di Bintaro Xchange Mall 2

Jumat, 16 Oktober 2026 16:07
Prakiraan Cuaca Banten Sabtu 17 Oktober 2026, Lebak Berpotensi Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Banten Sabtu 17 Oktober 2026, Lebak Berpotensi Hujan Ringan

Sabtu, 17 Oktober 2026 07:55
opwn bidding 12 jabatan eselin II

Pemkab Lebak Siapkan Open Bidding untuk 12 Jabatan Eselon II

Jumat, 16 Oktober 2026 14:10
Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Selasa, 17 Maret 2026 14:08
Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Selasa, 17 Maret 2026 14:02

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Kang Nong Kabupaten Serang 2026.

Pemkab Serang Perluas Peran Kang Nong 2026, Tak Hanya Duta Pariwisata

by Ahmad Rizal Ramdhani
Sabtu, 17 Oktober 2026 19:43
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang meminta Kang Nong Kabupaten Serang 2026 yang terpilih nantinya memperkuat wawasan kedaerahan dan...

Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah Pandeglang

Kemenag Pandeglang Dorong Kurikulum Berbasis Cinta untuk Perkuat Pendidikan Karakter Madrasah

by Purnama Irawan
Sabtu, 17 Oktober 2026 19:39
0

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pandeglang mendorong penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di lingkungan madrasah. Program...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.