SERANG – Calon Gubernur Banten, Rano Karno mengaku sengaja mengundang Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) hadir ke Banten di masa kepemimpinannya. Rano ingin Banten bergerak ke arah yang lebih baik dan memastikan program pencegahan bisa diselenggarakan secara maksimal.
Di masa aktif sebagai gubernur, Rano melibatkan KPK untuk mendampingi penyusunan dan perencanaan anggaran. Tak hanya itu, lembaga antirasuah itu bahkan ikut terlibat dalam perumusan RPMJD di Banten. Rano menyebut supervisi yang diberikan lembaga antikorupsi itu efektif menekan potensi terjadinya berbagai pelanggaran.
“Kita semua ingin melihat Banten lebih baik. Kehadiran KPK di Banten harus dilihat sebagai bagian dari keinginan bersama untuk mengembalikan marwah Banten seraya memutus citra buruk yang pernah melekat,” ujar Rano, Rabu (30/11).
Rano berjanji akan terus melibatkan KPK dalam menjalankan roda pemerintahan seandainya ia kembali diamanahi sebagai gubernur. Ia menyadari, kemiskinan dan kesenjangan yang selama ini terjadi adalah buah dari buruknya tata kelola pemerintahan yang mengesampingkan pentingnya akuntabilitas dan transparansi.
Seperti hari-hari sebelumnya Rano Karno kembali mengunjungi warga dan menyerap berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Hari ini, Rano berkeliling ke sejumlah lokasi di Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Di sela-sela kunjungannya Rano sempat menandangi kediaman Ibu Koesmari (90), tokoh masyarakat di Kelapa Dua yang merintis pembangunan di sana. (Bayu)








