CIOMAS – Jembatan di Desa Ujung Tebu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, dalam kondisi mengkhawatirkan. Soalnya, jembatan yang berada di ruas jalan utama Ciomas-Mandalawangi tersebut ambles.
Pantauan Radar Banten, kondisi jembatan ambles sepuluh 10 sentimeter ke bawah. Beberapa pengendara yang melintas di atasnya tampak tidak menyadari kondisi tersebut karena tidak terlalu jelas terlihat dari kejauhan. Pengendara pun kerap melaju cepat.
Seorang warga setempat Kusnadi mengaku, kondisi tersebut terjadi sudah sekira lima bulan terakhir. Namun, hingga kini belum ada upaya perbaikan dari pemerintah. “Penyangga jembatannya enggak kuat,” katanya kepada Radar Banten, Jumat (24/3).
Ia mengatakan, kondisi tersebut dikhawatirkan akan berujung pada ambruknya jembatan. Lantaran itu, akses utama dua kecamatan dan dua kabupaten tersebut terancam putus. “Ini kan jalan utama Ciomas-Mandalawangi, banyak pengguna jalan yang lewat,” ujarnya.
Kekhawatiran semakin muncul ketika hari sudah mulai gelap. Ditambah lagi, penerangan jalan terhitung minim dan tidak berada tepat pada jembatan. “Yang bawa motor kan kencang saja, tapi belum ada yang celaka sih,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kasi Pembangunan Teknis Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Serang Yadi Priadi mengatakan, jalan tersebut termasuk dalam jalan provinsi. “Awalnya milik kabupaten, tahun 2003 sudah dilimpahkan ke provinsi,” katanya.
Karena jalan tersebut merupakan kewenangan provinsi, secara otomatis pembangunan jembatannya pun dalam naungan provinsi. “Satu paket,” ujarnya.
Meskipun demikian, wilayah tersebut termasuk dalam Kabupaten Serang. Yadi mengaku, akan mengusulkan kepada pemerintah provinsi untuk segera melakukan perbaikan. “Karena bukan kewenangan kita untuk memperbaiki,” terangnya. (Rozak/Radar Banten)








