CILEGON – Ratusan Kader Cilegon Mandiri (KCM) mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) yang diadakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon. Saat ini anggota KCM berjumlah sebanyak 2.530 orang yang tersebar di delapan kecamatan di Kota Cilegon.
Bimtek yang berlangsung di Gedung Cilegon Plaza Mandiri, Rabu (29/3) dimaksudkan agar para KCM mendapatkan bekal untuk menggiring peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Cilegon.
Untuk diketahui, KCM ini sendiri merupakan kader yang direkrut Pemkot Cilegon dari berbagai organisasi wanita, untuk terjun langsung di masyarakat dalam rangka membina ketahanan dan kesejahteraan keluarga.
Sekretaris Daerah Kota Cilegon Sari Suryati mengatakan, Pemkot Cilegon membentuk KCM dalam upaya untuk pembinaan di dalam keluarga agar lebih sejahtera. Dikatakan Sari, KCM harus menjadi corong masyarakat dalam membangun keluarga di Kota Cilegon maju dan mandiri.
“Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik saja, tetapi harus pembangunan secara menyeluruh. Pembangunan mental spiritual masyarakat juga harus menjadi perhatian oleh Pemkot Cilegon,” ujar Sari.
Sekretaris DP3AKB Cilegon Opang Noval menjelaskan, selain guna meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat, KCM juga berperan dalam pencegahan adanya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). “Kader KCM ini kita rekrut dari sejumlah organisasi wanita, mulai dari PKK, kader Posyandu dan masih banyak lagi,” katanya.
Setiap bulannya petugas KCM mendapatkan honor dari Pemkot Cilegon sebesar Rp300 ribu. Terpisah, seorang warga Kelurahan Kebon Dalem, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Rozi mengaku tidak mengetahui adanya KCM di Kota Cilegon yang digembar gemborkan turun ke masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tersebut. “Apa itu KCM? Belum pernah denger rasanya,” tuturnya. (Riko)








