SERANG – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Banten bersama Kantor Pajak Pratama (KPP) Serang, hari ini menggelar bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan yang digelar di halaman KPP Serang, Sumurpecung, Kota Serang, Rabu (29/3).
Kepala Kanwil DJP Banten, Catur Rini Widosari membuka langsung acara bazar tersebut didampingi oleh para staf.
“Acara ini merupakan acara Sahabat Pajak yang sudah dilakukan di Pondok Aren Tangerang, di sana sukses menyedot antusiasme pelaku UMKM. Maka dari itu, kami juga berharap pelaku UMKM di Serang dapat berkembang seperti di Pondok Aren,” katanya saat diwawancarai seusai acara peresmian bazar UMKM Sahabat Pajak.
Acara yang baru pertama kali dilakukan oleh Kanwil DJP Banten dengan KPP Serang tersebut diikuti oleh puluhan pelaku UMKM di Kota Serang. “Ini komunitas UMKM bersama kantor pajak, kami gelar bertujuan agar mereka dapat berbagi pengalaman, ilmu dan informasi serta ditambah dengan kewajiban bisnis development service yang mereka punya. Bisnis development service di sini merupakan upaya pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha semacam pendekatan kepada para pelaku UMKM,” ujarnya.
Berkembangnya usaha para pelaku UMKM tersebut juga harus diikuti dengan kewajiban mereka dalam membayar pajak. “Di sini wadah mereka supaya berkembang dapat keuntungan dan agar mereka sadar bahwa sebagian dari keuntungan yang mereka hasilkan itu ada kewajiban mereka untuk membayar pajak,” katanya.
Namun yang pihaknya utamakan selain para UMKM dapat memenuhi kewajibannya tersebut, pihaknya juga mengutamakan pengembangan usahanya terlebih dahulu.
“Untuk mengembangkan usaha mereka, kami telah lakukan pelatihan seperti pengembangan usaha, branding. Kami juga lakukan seminar di Kanwil DJP Banten, kita mendatangkan seorang narasumber yang awalnya UMKM yang telah menjadi pengusaha besar dan dia memberikan motivasi kepada para UMKM. Serta pelatihan pembukuan agar pencatatannya tertib,” katanya.
Selain itu, Kanwil DJP Banten juga bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) untuk menciptakan aplikasi yakni Akuntansi UKM.
“Di Playstore sudah bisa didownload Akutansi UKM, yang berisi bagaimana membuat laporan dan jurnal UKM,” katanya.
Ia berharap dengan adanya bazar tersebut, dapat mengembangkan usaha pelaku UMKM di kemudian hari.
“Kami juga akan berupaya menjadi jembatan bila ingin mengembangkan usahanya mulai dari perizinan. Mudah-mudahan kewirausahaan menyebar di Banten dan seluruh Indonesia,” harapnya. (Wirda)









