Goweser Banten dan sekitarnya kembali mendapat tantangan alias uji nyali. Klub gowes Serang Cilegon Anyer dan Merak (SCAM) bersama Radar Banten menggelar Tour D’Baduy (TDB) 2017 pada 29-30 April mendatang.
Berbeda dengan tahun lalu yang menempuh jarak 80 kilometer, kali ini hanya 48 kilometer. Namun, jangan anggap lebih enteng. Tanjakan dan turunan melintirnya, bikin goweser ketar-ketir. Berikut gambarannya.
Setelah sukses menyelenggarakan TDB 2016, dengan peserta 300 goweser profesional dari Banten, Jakarta, Bandung, Depok, Lampung, dan Manado, SCAM dan Radar Banten kembali menggelar TDB 2017. Event ini akan rutin diselenggarakan setiap tahun untuk menggairahkan potensi wisata Baduy dari sisi olahraga bersepeda yang cukup menantang.
TDB 2017 juga berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun lalu, start dari Pendopo Kabupaten Serang dan finis di Baduy. Namun, kali ini dengan berbagai pertimbangan, start direncanakan dari Alun-alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, dan finis di lokasi yang sama, dengan jarak tempuh 48 kilometer. Harapannya, peserta bisa finis di Baduy pukul 15.00 WIB. Dan bisa menikmati indahnya alam nan perawan Baduy saat sore hari. Sementara, pada tahun lalu ada yang finis hingga pukul 20.00 WIB.
Adapun rutenya adalah sebagai berikut: Start dari Alun-alun Rangkasbitung-Polsek Leuwidamar-ke kanan arah Bojongmanik-Ciboleger-Kampung Cilanggir. Rute ini dibagi menjadi tiga etape. Etape pertama dari Alun-alun Rangkasbitung ke Polsek Leuwidamar, kurang lebih 24 kilometer. Kondisi treknya berupa jalan aspal mulus dan sesekali ada tanjakan kecil. Etape kedua, dari Polsek Leuwidamar-Ciboleger. Inilah trek uji nyali. Kondisi trek pada lima kilometer terakhir (jelang Ciboleger) sungguh menantang. Tanjakan dan turunan ekstrem mendominasi. Bahkan, ada tanjakan dan turunan tajam dengan kondisi melintir. Bagi para goweser yang belum pernah melintasi rute ini harap ekstra hati-hati.
Tanjakan dan turunan melintir ini, digambarkan seorang panitia Darman Gagas, lebih ekstrem dari tanjakan dan turunan S saat TDB 2016. Ketika itu, banyak peserta yang ‘tumbang’ pada tanjakan S ini dan terpaksa harus dievakuasi. Goweser kawakan sekaligus penggagas Tour D’Baduy Kang Ola menambahkan, tumbangnya para goweser pada TDB 2016 bukan semata lantaran beratnya trek. Namun, lebih pada peserta yang sudah kecapekan gowes sejauh 70 kilometer dari Kota Serang di bawah panas terik matahari yang menyengat.
Sementara, etape terakhir hanya berjarak dua kilometer. Yakni, dari Ciboleger ke Kampung Cilanggir (parkir sepeda). Namun, treknya berupa jalan setapak sempit, yang kanan dan kirinya berupa area persawahan penduduk. Setelah memarkir sepeda, peserta berjalan kaki menuju Kampung Batara, kampung pertama di Baduy Luar. Sampai di Kampung Batara ini dijadwalkan pukul 14.30-15.00 WIB. Peserta diajak berwisata di perkampungan penduduk dan bercengkerama. Dilanjutkan jalan-jalan ke Jembatan Akar yang merupakan ikon keselarasan alam dengan warga Baduy. Setelah itu, ishoma dan bermalam di perkampungan warga.
Bagi goweser yang ingin ikut serta, biaya pendaftaran TDB 2017 sebesar Rp300 ribu. Peserta akan mendapatkan jersey, pin, kudapan, makan, dan menginap di perkampungan Baduy. Pendaftaran melalui Kang Ola kontak ponsel 08129634529 atau Uda Amare kontak ponsel 081218536757.
Sesepuh panitia H Nuryadin optimistis, TDB 2017 bakal lebih sukses dan ramai. Hal itu dibuktikan sampai dengan pekan lalu setidaknya sudah hampir 200 peserta yang menyatakan ikut serta. Bahkan, kali ini ada goweser dari Palu (Sulawesi Tengah) yang menyatakan berminat ikut.
H Nuryadi, Kang Ola, dan Darman Gagas berharap, peserta nanti mempersiapkan diri dengan baik agar stamina saat hari H prima. Mempersiapkan sepeda MTB-nya dengan perawatan yang baik pula. (M Widodo/Radar Banten)








