RANGKASBITUNG – Pemkab Lebak meraih Anugerah Pangripta Nusantara (APN) bidang perencanaan pembangunan daerah, kategori inovasi terbaik tingkat Provinsi Banten tahun 2017.
Penyerahan anugerah diserahkan langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tjahjo Kumolo pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Banten di Hotel Allium Kota Tangerang, Senin (10/4). “Sebagai kepala daerah, saya selalu menginstruksikan kepada seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk terus berinovasi dalam pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Bupati Iti Octavia Jayabaya, kemarin.
Kata dia, ada beberapa terobosan yang dilakukan para kepala OPD di daerah yang dipimpinnya itu seperti mantri desa atau penyuluh desa, mantri atau parawat keliling, dan bidan keliling. Kemudian konsep aplikasi pemeliharaan jalan yang dikembangkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta inovasi yang dilakukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) mengenai BUMDes.
“Tentunya kita akan terus berinovasi untuk Kabupaten Lebak agar percepatan pembangunan benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” kata mantan anggota DPR RI ini.
Dia berharap, pemberian APN dapat memotivasi untuk terus berupaya meningkatkan penyusunan RKPD ke arah yang lebih sempurna dari waktu ke waktu.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lebak Virgojanti mengatakan, kriteria inovasi kebijakan, inovasi proses dan program daerah meliputi kebijakan mantri tani desa dalam mendukung peningkatan pangan nasional. “Saya berharap anugerah ini lebih bisa memacu para OPD untuk terus berikhtiar dalam membuat terobosan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Diketahui bahwa penilaian APN untuk kategori inovasi dan perencanaan terbaik menggunakan 12 parameter, yaitu keterkaitan, konsistensi, kelengkapan dan kedalaman, keterukuran, inovasi kebijakan, proses perencanaan dari bawah (bottom-up), dan proses perencanaan dari atas (top-down).
Selain itu juga dilihat sejauh mana proses perencanaan teknokratik, proses perencanaan politik, inovasi proses dan program daerah, tampilan dan materi presentasi, serta kemampuan presentasi dan penugasan materi. (Nurabidin Ence/Radar Banten)








