PATUNG lilin Presiden Joko Widodo di museum Madame Tussauds Hong Kong sangat berbeda dengan patung lilin lainnya. Istimewanya, tak seperti patung lilin tokoh lainnya, di belakang patung lilin Jokowi terdapat layar televisi besar dengan bermacam-macam destinasi wisata.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan rahasia mengapa patung Jokowi bisa begitu istimewa. Arief menegaskan permintaan tayangan televisi itu atas keinginan Pemerintah Indonesia. Tujuannya untuk memasarkan destinasi wisata di tanah air.
“Permintaan itu dari Indonesia. Karena itu kan miliknya swasta. Saya minta teman-teman yang kelola wisman di sini untuk hubungi Hong Kong,” jelas Arief usai acara Konfrensi Pers Indeks Wisata Muslim Global (GMTI) Mastercard-CrescentRating 2017, Jakarta, Rabu (3/5).
Setelah diizinkan, hal itu tak disia-siakan oleh Kementerian Pariwisata. Berbagai tujuan wisata yang dipopulerkan di antaranya Lombok, Danau Toba, Raja Ampat, Bali dan lainnya.
“Dan ternyata boleh. Hanya Pak Jokowi yang ada layar TVC di situ (museum). Kita manfaatkan juga untuk iklan,” ungkap Arief.
Saat mengunjungi patung lilin dirinya, Presiden Jokowi langsung menyampaikan misinya untuk memromosikan destinasi wisata Indonesia. Dan hanya Jokowi, patung lilin pemimpin dunia yang hingga kini masih aktif menjabat.
“Komitmen beliau (Jokowi) besar banget. Saat kunjungi patung lilin itu, Pak Jokowi langsung pidato soal pariwisata,” tutur Arief.
Arief menjelaskan layar televisi itu bisa dimanfaatkan untuk dua jenis promosi. Di antaranya promosi kegiatan dan promosi investasi.
“Promosi investasi itu misalnya kita sedang bangun apa, dan orang Hong Kong tak tahu dan ingin tahu berapa bawa uangnya dibelanjakan ke daerah wisata Indonesia apakah itu Danau Toba atau Raja Ampat. Ini kami manfaatkan,” tutupnya. (cr1/JPG)








