SERANG – Pemprov Banten melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terus mematangkan draf RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) Provinsi Banten 2017-2022.
Kepala Bappeda Banten Hudaya Latuconsina pun intens bertemu Gubernur Wahidin Halim (WH) untuk membahas finalisasi draf RPJMD. Setelah selesai dibahas dan disetujui gubernur, Bappeda kemudian menggelar musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) RPJMD Banten 2017-2022 yang direncanakan pekan ketiga Mei 2017. “Pembahasan dengan Pak Gubernur pekan kemarin belum tuntas, sehingga harus dilanjut lagi pekan pekan ini. Setelah beres, baru gelar musrenbang RPJMD,” kata Hudaya, Minggu (28/5).
Hudaya melanjutkan, musrenbang RPJMD penting dilakukan cepat untuk menyusun target-target pencapaian pembangunan Banten di masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim-Andika Hazrumy. Sebab, WH-Andika punya janji melalui visi misinya yang disampaikan saat kampanye.
“Musrenbang RPJMD ini menjadi penting untuk mengetahui apa saja yang mau digarap, memastikan agendanya, kemudian alokasinya pada tahun pertama, kedua, dan seterusnya. Makanya penting segera dilakukan karena setelah itu kita juga harus menyusun raperdanya, belum lagi finalisasi-finalisasi membahas teknis lainnya setelah musrenbang RPJMD. Kita berharap dua bulan setelah musrenbang kita serahkan ke DPRD untuk dibahas dan ditetapkan sebagai perda,” kata Hudaya.
Hudaya mengaku sudah menyampaikan bahan-bahan terkait RPJMD kepada gubernur. Intinya, gubernur ingin setiap program pembangunan bisa berimplikasi dan multifungsi. Misalnya, pendidikan digarap itu secara riil dapat mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi (LPE), menekan pengangguran, dan kemiskinan. “Strategi ini harus dimatangkan. Misalkan jalan dibangun, aktivitas yang akan terjadi apa, apakah mempermudah layanan dasar, menggerakkan perekonomian. Jadi, harus multiplier effect,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, ada tiga hal fokus utama pembangunan di bawah kendalinya, yakni infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Untuk itu, WH sedang fokus menyiapkan piranti-pirantinya, instrumennya, termasuk SDM dan pendanaannya untuk 2018. “Kita juga siapkan metodologi dan sistemnya, semua itu sedang kita susun,” ujarnya. (Deni S-Supriyono/Radar Banten)











