JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Bank Indonesia (BI) sepakat memperluas kerja sama dalam meningkatkan elektronifikasi di jalan tol. Dengan kesepakatan ini, rencana pemberlakukan pembayaran tol non tunai (cashless) di seluruh ruas tol di Indonesia diharapkan bisa terlaksana.
Kepala Badan Penyelenggara Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan, penerapan cashless sebetulnya sudah bisa dilakukan secara menyeluruh. Mesin pembaca uang elektronik sudah terpasang di semua gardu tol yang ada. Sayangnya, mesin pembaca tersebut belum bisa membaca semua uang elektronik yang bereda.
”Kondisinya belum semua bank bisa. BCA misalnya, belum bisa dibaca di Jabodetabek. Dengan adanya perjanjian kerja sama ini, semua bank bisa masuk. Tadi Pak Gubernur bilang ini tidak eksklusif satu bank saja,” tutur Herry, Rabu (31/5).
Herry menjelaskan, saat ini, pihaknya sedang melakukan uji coba mesin pembaca uang elektronik baru yang bisa membaca semua uang elektronik yang beredar. Ada dua ruas tol diuji coba. Yakni ruas tol cluster 1 dan ruas tol Juanda-Waru. Jika uji coba tersebut berhasil, maka, semua gerbang tol yang ada akan segera dilengkapi dengan reader baru tersebut.
”Penggantian akan dilakukan sebelum Oktober. Sebelum pemberlakukan full cashless nanti,” ujarnya.
Agenda elektronifikasi jalan tol di Indonesia saat ini menjadi begitu penting mengingat sasaran akhir pengembangan jalan tol yang berupa penerapan Multi Lane Free Flow (MLFF). Yakni proses pembayaran tol tanpa henti. Dengan MLFF, pengguna jalan tol tidak harus menghentikan kendaraan di gerbang tol untuk melakukan pembayaran.
Herry menjelaskan, tahapan menuju pengembangan MLFF tersebut harus didahului dengan terwujudnya perilaku pengguna jalan tol yang sudah terbiasa dengan pembayaran nontunai. Antara lain dengan penggunaan kartu elektronik dan melalui sosialisasi bersama secara nasional. Selain itu, diperlukan pula infrastruktur pembayaran nontunai yang sudah terintegrasi antar ruas jalan tol.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, BI dan Kementerian PUPR (Badan Pengatur Jalan Tol) telah menyusun strategi bersama (BI dan Kementerian PUPR) untuk mengembangkan elektronifikasi jalan tol melalui empat tahapan.
Pertama, tahap elektronifikasi seluruh jalan tol pada Oktober 2017. Kedua, tahap integrasi sistem ruas jalan tol. Ketiga, tahap integrasi ruas jalan tol serta pembentukan Konsorsium Electronic Toll Collection (ETC). Keempat, penerapan MLFF di seluruh gerbang tol. Strategi ini telah diturunkan dalam bentuk action plan. (and/JPK/JPG)










