• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Menelusuri Perjalanan Cheng Ho (5): Yangtze, Sungai Terpenting Selama 2.000 Tahun

Redaksi by Redaksi
Jumat, 2 Juni 2017 13:01
in Berita Utama, Featured, Sosial Budaya
Menelusuri Perjalanan Cheng Ho (5): Yangtze, Sungai Terpenting Selama 2.000 Tahun

PANDANGAN TERBATAS: Kabut menyelimuti Sungai Yangtze di Kota Nanjing, Povinsi Jiangsu, Tiongkok. Sungai ini merupakan jalur pertama armada Cheng Ho. FOTO: BOY SLAMET/JAWA POS

Membahas Nanjing dan Tiongkok tak bisa dipisahkan dari peran Sungai Yangtze. Dalam kurun waktu lebih dari 2.000 tahun, Yangtze menjadi sungai terpenting. Dan selalu menjadi saksi pasang surutnya peradaban bumi para kaisar ini.

—–

RelatedPosts

Pelantikan pengurus gerindra banten

Dasco Minta Gerindra Banten Panaskan Mesin Politik, Caleg Internal Disiapkan Turun 2027

Minggu, 1 November 2026 17:25
Risiko Cicilan Kopdes Merah Putih

Pengamat Soroti Risiko Cicilan Kopdes Merah Putih, Keuntungan Usaha Belum Terjamin

Minggu, 1 November 2026 15:49
Dana Desa untuk Cicilan Kopdes

Pembangunan Desa Berpotensi Terhambat, AKSI Banten Minta Dana Desa Dipulihkan

Minggu, 1 November 2026 14:15
Dana Desa untuk Cicilan Kopdes

Dana Desa Dipakai Bayar Cicilan Kopdes, Kades di Banten Khawatir Pembangunan Terhambat

Minggu, 1 November 2026 14:00

SALAH satu alasan Nanjing menjadi ibukota pada awal-awal peradaban Tiongkok adalah letaknya yang di tepi Sungai Yangtze. “Peradaban mana pun selalu bermula dari sebelah sungai. Lihat saja Mesopotamia (Mesir-red) dan peradaban mana pun,” kata Zhang Huiye, dosen Universitas Yunnan.

Tidak terkecuali yang terjadi di Tiongkok. Di kiri-kanan Sungai Yangtze pun muncul peradaban. “Apalagi, dulu sungai merupakan alat transportasi utama,” imbuhnya. Selain transportasi, Sungai Yangtze menjadi sarana utama irigasi dan sumber energi.

Sungai Yangtze sangat besar dan panjang. Terpanjang di Asia dan ketiga di dunia. Panjangnya 6.943 kilometer. Hulunya ada di pegunungan Kunlun, Provinsi Qinghai (perbatasan India), dan bermuara di laut timur Tiongkok, dekat Shanghai. Lebarnya rata-rata tujuh hingga delapan kilometer. Paling lebar sepuluh kilometer. Sungai Yangtze dulu sering menjadi arena perang angkatan laut. Yang sudah menonton film Battle of the Red Cliff pasti tahu perang antara Kerajaan Wu dan Ts’ao-Ts’ao. Nah, perang laut kolosal itu terjadi di Sungai Yangtze.

Airnya tenang dan memiliki kedalaman hingga 200 meter. Tak heran bila Laksamana Cheng Ho dulu memilih Sungai Yangtze di Nanjing untuk membangun armada lautnya yang superbesar itu. Galangan kapal yang mampu membikin ribuan kapal untuk kepentingan menjelajah dunia didirikan di sana. Begitu pula angkatan lautnya.

Dalam kehidupan Nanjing modern, Sungai Yangtze tetap menjadi bagian penting. Apalagi, konsep Nanjing adalah front water city. Artinya, sungai menjadi halaman muka dan bagian integral dalam kehidupan kota. Selain menjadi medium bagi kapal kargo yang lalu lalang, sungai itu merupakan daya tarik pariwisata. Tiap tahun dihelat festival kapal naga di Sungai Yangtze.

Selain itu, Pemkot Nanjing kreatif dalam menyambungkan sisi utara dan selatan Nanjing yang dipisahkan Sungai Yangtze. Untuk menyambungkannya, ada tiga jalur kereta bawah tanah, dua terowongan bawah tanah, tiga jembatan besar, dan satu jalur kereta. “Jalur kereta dibangun persis di jembatan tersebut,” kata Chandra Kurniawan, mahasiswa Institut Kereta Api Nanjing asal Indonesia.

Jembatan itu membentang sepanjang hampir lima kilometer. “Dicari yang jaraknya paling pendek supaya lebih menghemat ongkos dan waktu,” jelasnya. Rata-rata jarak lebar Sungai Yangtze yang membelah Nanjing sebenarnya tujuh kilometer. Yang paling besar lebarnya berada di depan galangan Longjiang, mencapai delapan kilometer.

Bangunan tersebut juga menunjukkan majunya infrastruktur kota seluas sekira 6.900 kilometer persegi itu. Apalagi, pembangunan-pembangunan tersebut baru dimulai 20 tahun lalu. Berpenduduk sekitar 8,2 juta jiwa, kemacetan tidak terlalu terasa di kota itu.

Selain jembatan, subway, dan terowongan, masih ada satu moda lagi untuk menyeberangi Sungai Yangtze. Yakni, kapal feri yang mengantarkan pergi pulang menyeberangi sungai tersebut. Tiap hari ada dua kapal yang disediakan dan berjalan ulang-alik tiap 30 menit. Membayar CNY2 (Rp 4 ribu), perahu itu menyeberang dalam waktu 20 menit.

Meski dibelah salah satu sungai terbesar di dunia, Nanjing tetap terintegrasi. Sebagai kota besar, Nanjing memang tetap macet. Namun, jangan bayangkan macetnya seperti Jakarta atau Bangkok yang sama sekali tidak bisa bergerak. Di Nanjing macet itu masih merayap. Kira-kira sama seperti Surabaya. Itu pun hanya pada jam-jam tertentu.

“Pemerintah memang memperhatikan betul mobilitas penduduk. Kami sering melihat di televisi bahwa kredo utama pembangunan di sini adalah soal mobilitas,” terang Chandra.

Istimewanya Ekspedisi Keenam

Sejumlah peneliti meyakini bahwa ekspedisi keenam merupakan ekspedisi terbesar Laksamana Cheng Ho. Sebab, ada momen yang menyertainya, yakni pembukaan Kota Terlarang pada 1421. “Kami percaya ekspedisi ini juga keliling dunia,” kata Ian Hudson, tangan kanan Gavin Menzies, penulis buku 1421: Ketika China Menemukan Dunia.

Apa pun teorinya, semua sepakat bahwa pelayaran keenam itu istimewa. Sebab, semua duta besar dan utusan negara sahabat diantarkan pulang dengan perlakuan sangat nyaman. Demikian juga duta besar Tiongkok yang akan bertugas di negara sahabat.

Diceritakan, pemandangan di Sungai Yangtze ketika itu begitu mencengangkan. Tiap hari selama hampir sebulan, lebih dari seratus kapal besar terdampar dengan sauhnya. Di haluan, mata naga yang terbuat dari batu giok menyala dengan garangnya. Berdiri di atasnya para pengawas. Kapal-kapal tersebut jauh lebih tinggi daripada atap rumbia rumah yang berderet di pinggir sungai. Kemudian, sekelilingnya adalah iring-iringan kapal pedagang yang berukuran lebih kecil.

Bendera dan panji-panji melambai-lambai dari ujung ribuan kapal. Di bawahnya, layar dari sutra merah digulung di setiap sembilan tiang kapal. Di tengah-tengah, berdiri kapal induk yang besar dan angkuh. Dikelilingi skuadron-skuadron kapal perang yang cepat dan gesit bermanuver.

Nanjing kala itu tidak hanya ramai oleh kapal, tetapi juga kegiatan loading. Hadiah bagi para duta besar dimasukkan ke dalam kereta bawaan. Kaisar menyampaikan pidato singkat. Setelah pemberian penghormatan sekali lagi, para duta besar itu berangkat.

Para pelayan berlari di belakang kereta bawaan ketika mereka menuruni kanal utama, satu mil menuju timur kota. Di sana iring-iringan kapal tongkang yang berbungkus alas sutra telah menanti. Kapal tongkang itu bersifat feeder untuk transit sebelum naik kapal besar.

Pasukan berkuda, sepuluh hingga 12 per kapal, bersiaga di tepi sungai. Galah bambu dikaitkan dengan pelananya. Ketika para duta besar telah naik, kapal tongkang perlahan-lahan berlayar membelah keramaian dan zig-zag di antara kapal menuju kapal besar.

Para duta besar dan utusan negara asing ditempatkan di kapal laksamana. Di dalam kapal laksamana ada 60 kamar kabin untuk mereka yang terletak persis di bawah kabin laksamana. Para duta besar Tiongkok ditempatkan di kamar berukuran lebih kecil. Setiap duta besar memiliki sepuluh asisten sebagai protokoler dan 52 kasim yang bertindak sebagai sekretaris. (JPG/RBG)

Tags: Cheng Ho
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Komisi Informasi Banten akan Diubah Menjadi UPT

Next Post

LKPD Pemkab Pandeglang Raih WTP, DPRD Bangga

Next Post
LKPD Pemkab Pandeglang Raih WTP, DPRD Bangga

LKPD Pemkab Pandeglang Raih WTP, DPRD Bangga

Jonatan Christie final Hylo Open 2026

Jonatan Christie dan Tiwi/Fadia Lolos ke Final Hylo Open 2026, Indonesia Amankan Dua Tiket

Minggu, 1 November 2026 09:20
DPW PPP Banten

DPW PPP Banten Apresiasi Keputusan DPP PPP Memberhentikan Agus dan Taj Yasin

Jumat, 30 Oktober 2026 16:52
Tiket Kereta Jarak Jauh

Pemesanan Tiket Kereta Jarak Jauh Dibuka, KAI Ajak Warga Rangkasbitung Rencanakan Perjalanan

Minggu, 1 November 2026 13:49
Operasi Patuh Maung 2026

Hari Ketujuh Operasi Patuh Maung 2026, Polda Banten Sasar Pasar Lama dan Rutan Serang

Minggu, 1 November 2026 12:05
Anggota Fraksi PDIP Ari Muhtadi

Anggota DPRD Kabupaten Serang Fraksi PDI Perjuangan Ari Muhtadi, Putra Daerah yang Ingin Bangun Tanah Kelahiran Lewat Jalur Politik

Minggu, 1 November 2026 18:08
Kadin Cilegon

Kadin Cilegon Perkuat Sinergi dengan Forkopimda Hadapi Gempuran Investasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 17:06
Rotasi Mutasi Pemkot Cilegon

Besok, Pemkot Cilegon Mulai Proses Rotasi Mutasi untuk Isi Tujuh Jabatan Eselon II

Minggu, 1 November 2026 13:45

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Anggota Fraksi PDIP Ari Muhtadi

Anggota DPRD Kabupaten Serang Fraksi PDI Perjuangan Ari Muhtadi, Putra Daerah yang Ingin Bangun Tanah Kelahiran Lewat Jalur Politik

by Ahmad Rizal Ramdhani
Minggu, 1 November 2026 18:08
0

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Kursi legislatif DPRD Kabupaten Serang saat ini banyak diisi oleh wajah-wajah baru. Salah satunya ialah Ari Muhtadi, Legislator muda...

JAMKUSTIK

JAMKUSTIK Untirta Jadi Wadah Kembangkan Bakat Musik, Hadirkan 18 Band

by Haidaroh
Minggu, 1 November 2026 18:04
0

SERANG – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Klasik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) baru saja menggelar acara yang bertajuk JAMKUSTIK atau...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.