LEBAK – Harga garam di pasar Rangkasbitung melambung naik. Lonjakan harga tidak main-main, mencapai tiga kali lipat dari harga sebelumnya.
Hal tersebut terbukti setelah ketua dan anggota Komisi II DPRD Kabupaten Lebak melakukan sidak ke Pasar Rangkasbitung, Jumat (28/7). Para pedagang mengungkapkannya langsung kepada rombongan dewan yang mengikuti sidak.
“Memang harga garam telah naik, diantaranya garam halus dalam kemasan harga awalnya seribu menjadi tiga ribu rupiah. Sebanyak pedagang yang kita jumpai, semunya tidak mengetahui penyebab naiknya harga garam tersebut,” ujar Ketua Komisi II DPRD Lebak Diding Djamaludin kepada awak media setelah sidak.
Menurutnya, hampir seluruh pedagang atau kios yang ditemuinya, tidak ada satupun yang mengetahui penyebab melambungnya harga garam. Pedagang hanya tahu jika garam telah alami kenaikan harga sejak dari distributor.
Hal senada dikatakan Anggota Komisi II DPRD Lebak Acep Dimyati, tidak ada satu pun pedagang yang tahu apa penyebab kenaikan harga salah satu kebutuhan memasak tersebut. Karenanya, Komisi II akan melakukan sidak ke sejumlah distributor maupun agen garam yang ada di Kabupaten Lebak.
Salah satu pemilik kios di pasar Rangkasbitung Sarni mengatakan, harga jual yang ditetapkan oleh para pedagang menyesuaikan dengan harga dari distributor atau agen.
“Saya tau harga garam naik saja, sudah dari agennya begitu. Makanya saya tidak tahu naiknya kenapa, saya kaget kedatangan bapak-bapak DPRD ini,” ungkap Sarni (Omat/twokhe@gmail.com)









