CILEGON – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Cilegon diprediksi akan mengalami kenaikan menjelang hari raya Idul Adha yang jatuh pada 1 September mendatang.
Kabid Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon Ema Hermawati mengatakan kenaikan tersebut biasa terjadi seiring meningkatnya permintaan masyarakat pada bahan pokok tersebut.
“Tidak ada aturan yang mengharuskan adanya kenaikan menjelang hari Lebaran. Meskipun yang menaikkan itu ulah oknum-oknum saja yang memanfaatkan momen,” katanya saat dihubungi wartawan melalui telepon selular, Minggu (27/8).
Sementara itu, Kepala UPTD Pasar Baru Kranggot Muhibin Hasan juga mengungkapkan hal serupa. Kata dia, hal tersebut sudah biasa terjadi sejak tahun-tahun sebelumnya. “Kalau menjelang Lebaran sudah biasa harga sembako naik, ini berkaca dari tahun kemarin,” ucapnya.
Menurut dia, kenaikan harga sembako disebabkan oleh jumlah permintaan yang meningkat dari masyarakat yang ikut serta merayakan hari raya Idul Adha, sehingga waktu itu dijadikan momen untuk mencari nafkah. “Kalau Lebaran kan hampir semua masyarakat lebih banyak memasak baik itu daging ataupun yang lainnya. Dan memasak itu kan harus dengan bumbu atau bahan pokok lain untuk meningkatkan cita rasanya,” ungkapnya.
Selain itu Muhibin menjelaskan, kenaikan harga tersebut disebabkan oleh distributor yang lebih dahulu menaikan harga. Pedagang hanya mengikuti harga pasar yang dikeluarkan distributor. Sehingga kenaikan itu tidak bisa dihindarkan. “Kemarin saya ngobrol sama pedagang, mereka juga tidak bisa menaikan harga seenaknya. Harga yang mereka keluarkan ya sesuai dari distributor,” tuturnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)









