SERANG – Kawasan wisata sejarah Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang dipadati wisatawan yang berziarah sekaligus berlibur setelah Idul Adha, Sabtu (2/9).
Banyak dari mereka datang bersama rombongan. Di tempat ziarah misalnya, para rombongan tampak berdesak-desakan memadati lingkungan makam Sultan Maulana Hasanuddin.
Usai berziarah, mereka (peziarah-red) beristirahat di Masjid Agung Banten, sambil mencicipi makanan ringan. Selain itu, mereka terlihat banyak yang melaksanakan salat.
Pantauan Radar Banten hingga sore ini, turis terus berdatangan silih berganti. Lantunan solawat dari pengurus kenadziran terus mengudara. Wisatawan pun ada yang berbondong-bondong menaiki Menara Banten, salah satu ikon Provinsi Banten yang cukup dikenal masyarakat luas.
Sebagai tanah para ulama, memang wisatawan didominasi umat muslim, apalagi Idul Adha ini salah satu perayaan besar islam yang menjadi tradisi berziarah ke makam-makam para syeh.
Banyak pedagang berjualan di sekeliling kompleks Masjid Agung Banten. Seperti asongan, tukang foto, pedagang bingkai, telur asin, pedagang oleh-oleh dan masih banyak lagi.
Selain berziarah, para wisatawan memang ingin menikmati suasan sejuknya Masjid Agung Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Adalah Adi Kiswanto, asal Jakarta, sudah niat sejak kemarin malam untuk berwisata di Banten Lama. Ia bersama Krisna Dewi, calon istrinya itu mengungkapkan rasa nyamannya berkunjung ke Banten Lama.
“Adem, nyaman aja. Apalagi habis ziarah,” katanya usai ditemui Radar Banten Online di teras Masjid Agung Banten, Sabtu (2/9).
Anggota TNI Jakarta itu sudah mengelilingi tempat para wali termasuk di Demak, Jawa Tengah. “Ke Banten Lama ini, kali pertama saya berziarah. Ada niatan lagi, habis menikah, mau ke sini (Banten Lama-red),” kata dia sambil duduk bersila. (Anton Sutompul/antknsutompul1504@gmail.com).








