SERPONG – Pemkot Tangsel saat ini tengah gencar mengampanyekan ubi dan singkong. Ini bagian dari cara meningkatkan kesehatan masyarakat karena makanan tersebut rendah karbohidrat.
Ketua Peningkatan Kesejahteraan Keluarga Kota Tangsel Endah Muhamad mengatakan, ada keuntungan konsumsi ubi dan singkong, selain dari aspek kesehatan. Yakni juga untuk meningkatkan ketahanan pangan. Apalagi dilihat dari potensi di Tangsel memiliki yang beberapa kebun ubi dan singkong sehingga bisa dimanfaatkan sebagian petani lokal.
”Bukan hanya keluarga yang bisa mengonsumsi masakan sehat, tetapi petani juga bisa merasakan keuntungannya. Karena itu, hal semacam ini harus sering dilakukan,” katanya, kemarin.
Ditambahkannya, kampanye ini juga dibarengi dengan lomba memasak di tujuh kecamatan. Yakni dengan membuat tiga menu makanan dengan bahan dasarnya tidak boleh menggunakan beras.
Kepala Bidang Konsumsi dan Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Fahrizal Gumay mengatakan, lewat perlombaan ini diharapkan bisa membiasakan masyarakat konsumsi makanan rendah karbohidrat. Meskipun kandungan karbohidrat dalam makanan itu tidak banyak. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan juga bisa berbahaya.
Sementara itu, Chef Edwin Lau, menjelaskan, lewat lomba ini masyarakat akan mendapatkan informasi mengenai bahan pengganti beras pada masakan pokok. Seperti tepung jagung, ubi dan singkong.
”Sebelumnya sumber energi kita adalah karbohidrat. Sekarang diganti menjadi lemak. Karena itu, kalau sehari bisa konsumsi nasi tiga mangkuk sekarang cuma satu mangkuk. Energi seharian kita sudah cukup dengan mengonsumsi nasi satu mangkuk itu,” ujarnya. (mg-04/FIRDAUS/RBG)









