SERANG – Kekeringan di wilayah Serang Utara sangat memprihatinkan. Untuk mendapat air, warga Kampung Sipon Rt 04/02, Desa Sujung, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang menggali sumur di atas aliran irigasi yang mengering.
Sumur sedalam 2,5 meter itu digunakan warga untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, cuci dan kakus. Kondisi airnya keruh, namun tidak berbau.
“Sumurnya bikin kemarin, buat mandi. Parah banget ngga ada air. Udah dua bulan kekeringan, susah cari air buat sehari-harinya,” ujar Sukismiyati saat ditemui Radar Banten Online di salah satu warung pinggir kali Sujung, Kecamatan Tirtayasa, Rabu (13/9).
Kata dia, bantuan air bersih di desanya nihil. Padahal, warga setempat sangat membutuhkan air untuk keperluan sehari-hari. “Sekarang air bersih, ngga ada. Ngga pernah kebagian air,” ucapnya.
Sarnati, salah satu Warga Kampung Sipon, mengeluhkan kekeringan ini. Ia mengatakan sumur galian tersebut memang dimanfaatkan oleh warga, meski airnya berwarna kekuningan. Hampir sebagian warga Desa Sujung membuat galian sumur.
“Kalau ngga gali sumur, ambil airnya di mana. Kali aja kering. Kalau minum, beli aja, ngga pernah make air itu (sumur-red),” ucapnya.
Dikatakan oleh Sunarti, tahun-tahun sebelumnya, pasokan air bersih sering dikirim ke Desa Sujung. Namun tahun ini, kata dia, belum ada yang mengirim air bersih ke desa tersebut.
“Di sini (Tirtayasa-red) sering kekeringan. Pengennya ada yang ngirim air bersih juga ke sini (Desa Sujung-red). Ada sumur juga, kalau Sanyo (mesin pompa air-red) rusak, ngga mandi,” paparnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).
