CILEGON – Pemkot Cilegon mengelontorkan dana sebesar Rp315 juta dari anggaran dana tidak terduga. Dana tersebut diberikan kepada korban kebakaran di Lingkungan Gajah Mungkur, Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil, Rabu (13/9).
Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi dan beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD) memberikam bantuan yang berasal dari APBD Cilegon 2017. “Untuk sementara sebelum rumah jadi kami beri Rp3 juta per kepala keluarga untuk menyewa rumah, tetapi itu dari sumbangan kepala dinas, BUMD, dan lembaga lain secara patungan,” katanya usai memberi bantuan kepada korban kebakaran, Rabu (13/9).
Selain anggaran Rp315 juta yang dialokasikan dari dana tak terduga, Pemkot Cilegon juga menghimpun bantuan melalui sumbangan sukarela non APBD dari pegawai sebesar Rp232,8 juta. “Nanti uang Rp315 juta kami berikan kepada RW untuk membangun rumah korban, untuk makanan, pakaian dan logistik lainnya sudah cukup dan kami harap nilai tersebut bisa cukup untuk membangun rumah,” ungkapnya.
Walikota meminta korban kebakaran bergotong royong membangun rumah dan segera melaksanakan pembangunan agar korban mempunyai tempat tinggal yang layak kembali. “Saya harap korban kebakaran ngontraknya tidak jauh dari sini, nanti kan membangunnya juga butuh gotong royong,” tuturnya.
Iman memastikan pengambilan dana tidak terduga untuk para korban kebakaran sudah sesuai aturan. Kata dia, tahun ini anggaran tidak terduga Pemkot Cilegon sebesar Rp3 miliar. “Ke depan kami harap jumlahnya bertambah, ini untuk antisipasi jika ada bencana lain yang terjadi,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Iman juga menutup kondisi tanggap darurat korban kebakaran yang telah berlangsung sepekan. Kata dia, jika ada warga yang ingin memberi bantuan ia menyerahkannya ke tatanan kelurahan. “Lurah tadi sudah dikofirmasi siap, termasuk nanti RT RW juga membantu jika ada bantuan datang lagi,” pungkasnya.
Lurah Citangkil Tb Edy Purnama berharap pembangunan rumah dapat selesai dalam waktu satu bulan. Kata dia, pembangunam rumah untuk korban kebakaran kemungkinan dilakukan mulai pekan depan. “Kqmi nanti akan membuat tim, ketuanya Pak RW, dananya nanti dikelola oleh tim dikoordinir Pak RW,” ungkapnya.
Sekretaris Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilegon Purwadi mengatakan, sejauh ini bantuan logistik berupa makanan, pakaian dan kebutuhan lainnya sudah mencukupi. Kata Purwadi, saat ini korban tinggal membutuhkan tempat tinggal. “Dalam waktu dekat tempat tinggal akan dibangun. Dengan diberikannya bantuan ini kondisi tanggap darurat juga sudah berakhir,” ujarnya. (ALWAN/RBG)









