CILEGON – Warga binaan di Lapas Kelas III Cilegon diduga bebas menggunakan alat elektronik misalnya telepon seluler. Bahkan berdasarkan hasil pantauan, mereka tidak segan-segan berswafoto dan mengunggahnya di media sosial.
Kepala Lapas Kelas III Cilegon Fonika Affandi mengaku petugas lapas telah meningkatkan pengawasannya terhadap warga binaan. Bahkan razia kerap dilakukan terhadap keberadaan alat elektronik telepon seluler.
“Kalau saya bilang tidak ada, tidak ada, faktanya mungkin Mas-mas (menyebut awak media,-red) punya. Kalau saya bilang ada, faktanya petugas sering merazia, bukan hanya internal bahkan eksternal,” ujar Kepala Lapas Kelas III Cilegon yang baru menjabat ini saat ditemui di acara pisah sambut kepala lapas yang baru dan lama, Senin (16/10).
Untuk mengantisipasi masuknya telepon seluler dan alat elektronik lainny,a ia menyebut akan memperkuat lagi pengawasan di pintu masuk ruang warga binaan. Bahkan kata dia, pihak Dirjen Kemenkumham telah memberi suatu alat pemindai agar alat elekronik yang masuk dapat diketahui.
“Nanti akan kita perkuat di pintu P2U. Kebetulan kita juga telah diberi alat X-Ray oleh dirjen. Ini akan saya kaji dulu apa sudah bisa digunakan oleh SDM yang tersedia. Mudah-mudahan dengan adanya alat ini kita bisa meminimalisir itulah,” katanya.
Terpisah, pada 28 September lalu, melalui media sosial Facebook terhimpun seorang warga binaan yang menulis status tentang beberapa hari lagi ia akan menghirup udara segar atau bebas dari tahanan. Di akunnya itu, ia juga mengunggah foto-fotonya saat berada di dalam sel tahanan.
“Oke inget jangan pernah mengingat kejadian di lapas Cikeray (Lapas Kelas III Cilegon), pokonya engga lagi deh jangankan untuk masuk lagi mimpiin Cikeray ajah gw gak mau lagi.. Ampunn Cikerayy ini yang terakhir gw berteman sma looo..,” tulisnya di kolom komentar. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)









