SERANG – Kawasan wisata religi dan cagar budaya Banten Lama merupakan salah satu destinasi unggulan wisata di Kota Serang dan Provinsi Banten. Bahkan, lokasi tersebut merupakan tempat berdirinya menara Banten yang selama ini menjadi simbol identitas Provinsi Banten.
Untuk mewujudkan kawasan tersebut menjadi kawasan wisata yang bersih dan nyaman, Dina Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten mengadakan kegiatan bersih-bersih di sekitar kawasan tersebut, Jumat (3/11).
Kepala DLHK Provinsi Banten Husni Hasan menjelaskan, selain untuk mewujudkan lokasi wisata yang bersih dan nyaman, kegiatan ini pun merupakan perintah Gubernur Banten Wahidin Halim untuk melestarikam cagar budaya.
“Banten Lama ini layak dijadikan tempat wisata religi yang nyaman bagi pengunjung. Selain itu Banten Lama juga merupakan cerminan budaya Banten,” ujar Husni di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, sejarah awal Banten bermula bisa dilihat di kawasan ini. Peninggalan sejarah yang sarat makna masih banyak seperti kraton surosoan, benteng kaibon, benteng spelwijk, Masjid Agung Banten Lama, serta barang lain yang tersimpan di museum.
Menurut Husni, besarnya nilai sejarah Banten Gubernur Banten Wahidin Halim sangat antusias untuk merevitalisasi Banten. Hal tersebut tentu menurut Husni membutuhkan dukungan semua kalangan.
“Dukungan tanpa sayrat harus didukung,” kata Husni.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran Odi Junaidi mengatakan, 200 orang dikerahkan dalam kegiatan bersih-bersih tersebut.
Kegiatan bersih-bersih dibagi kedalam beberapa titik seperti area Masjid Agung Banten Lama, Keraton Surosoan, Kaibon, dan terminal Banten Lama.
“Ini dilakukan agar proses bersih-bersih biar lebih cepat dan efektif,” katanya.
Menurutnya, untuk memberikan rasa nyaman hal terpenting adalah menjaga kebersihan yang sudah ada. Karena itu Odi mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Untuk mencegah itu, DLHK menyiapkan tempat sampah yang ditempatkan di sejumlah titik. Dengan adanya tempat sampah itu diharapkan wisatawan maupun maayarakat tidak membuang sampah sembarangan.
“Nanti akan ada petugas yang angkut sampah itu,” katanya. (ADVERTORIAL/DLHK Provinsi Banten)









