SERANG – Pembangunan RSUD Kota Serang dikebut. Sejak mulai dibangun pada 10 April, saat ini progres pembangunan gedung yang menelan anggaran Rp41,45 miliar itu baru 85,6 persen.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang Toyalis mengaku sudah menekan pihak kontraktor PT Bangun Kharisma Prima untuk segera menyelesaikan pembangunan rumah sakit di Jalan Kampung Baru, Penancangan, Kecamatan Cipocokjaya itu. “Saya sudah tekankan kepada kontraktor untuk tambah orang dan material. Tanggal 20 Desember itu batas akhirnya,” tegas Toyalis di sela-sela peninjauan RSUD Kota Serang, Kamis (16/11).
Kata dia, penyelesaian pembangunan itu harus sebelum akhir tahun karena pemeriksaan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Seperti diketahui, pembangunan RSUD tipe C ini akan dilakukan secara bertahap. Berdasarkan perencanaan, pembangunan gedung itu dibutuhkan anggaran Rp120 miliar. Tahun ini, Pemkot Serang menggelontorkan Rp50 miliar untuk RSUD.
“Sisa dari pembangunan sekira Rp8 miliar dialokasikan untuk alkes (alat kesehatan-red), genset, trafo, sumur, dan komputer,” urainya. Untuk alkes, anggaran yang dialokasikan sekira Rp5 miliar.
Kata dia, RSUD yang ditarget beroperasional tahun depan itu memiliki luas bangunan 1.600 meter persegi yang dibangun di atas lahan 14.700 meter persegi. Bangunan saat ini terdiri dari gedung A-1 untuk poliklinik dan kantor, Gedung C rawat inap yang terdiri dari 60 tempat tidur, Gedung laundry hingga powerhouse. Selain itu, ada juga pembangunan sarana prasarana lain seperti pengerasan jalan dan pavling block.
Lantaran direncanakan akan diresmikan tahun depan, ia mengatakan, pihaknya mengajukan anggaran Rp21 miliar untuk biaya operasional. Selain itu, dialokasikan juga anggaran untuk pengadaan obat senilai Rp10 miliar. Sedangkan untuk kelanjutan pembangunan RSUD diajukan ke Pemprov Banten sebesar Rp50 miliar.
Toyalis mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum melakukan rekrutmen pegawai RSUD. “Butuh empat dokter spesialis, anak, kebidanan, bedah, dan penyakit dalam. Ditambah mata dan telinga serta anastesi dan lab klinik,” terangnya. Selain itu, butuh juga 40 perawat, 15 bidan, dan 10 dokter umum.
Sedangkan untuk direktur masih dikaji karena di daerah lain ada yang berasal dari eselon III-A, tetapi hasil konsultasi dengan Bagian Organisasi harus dari fungsional.
Site Manager PT Bangun Kharisma Prisma Hendi Parmanto optimistis pembangunan rampung sesuai yang ditargetkan. Saat ini ada pekerjaan yang belum selesai tapi sedang dikerjakan, antara lain pemasangan keramik, pengecatan, hingga lift.
Kata dia, penambahan tenaga kerja sudah dilakukan kontraktor dari Jakarta ini untuk menyelesaikan pembangunan yang menjadi salah satu target Walikota dan Wakil Walikota Serang dalam RPJMD. “Kami sudah menyerap 154 tenaga kerja,” ujar Hendi. (Rostinah/RBG)








