CILEGON – Memperingai hari anti korupsi sedunia, Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kota Cilegon menggelar aksi damai di depan gedung DPRD Kota Cilegon, Senin (11/12).
Ketua DPC GMNI Kota Cilegon, Syaihul Ihsan mengatakan aksi yang digelar merupakan refleksi hari anti korupsi internasional. Dari aksi itu ia menyebut ada lima tuntutan kepada pemerintah Indonesia maupun pemerintah daerah khususnya Kota Cilegon.
Tuntutan pertama mendesak Plt Wali Kota Cilegon dan DPRD Kota Cilegon untuk lebih intensif melakukan pengawasan terhadap instansi-instansi pemerintah Kota Cilegon yang rawan terjadi tindakan KKN.
Kedua, mendukung dan mendesak aparat mengusut tuntas dugaan-dugaan korupsi di Kota Cilegon. Kemudian ketiga, mendukung KPK untuk mengusut dan menuntaskan kasus E-KTP sampai ke akar-akarnya.
Yang ke empat yaitu tegakkan hukum yang tegas, konsisten dan terpadu. Dan yang terakhir mendorong Pemkot Cilegon untuk pemantapan reformasi birokrasi yang bersendikan pancasila dalam upaya mencegah tindakan KKN.
“Reformasi birokrasi yang bersendikan pancasila harus dilaksanakan supaya praktik penyimpangan sebisa mungkin dapat ditekan. Terlebih dengan penguatan inspektorat di daerah untuk sebisa mungkin menjaga jarak dengan kepala-kepala daerah agar tidak mudah terjadi internvensi ketika ada temuan-temuan praktik KKN,” ujar Syaihul.
Berdasarkan hasil kajian DPC GMNI Kota Cilegonn Syaihul mengungkapkan area rawan korupsi yang patut diawasi bersama. Yakni pengadaan barang dan jasa pemerintah, keuangan dan perbankan, perpajakan, minyak dan gas, BUMN dan BUMD, penggunaan Apbn dan Apbd, aset negara daerah, kepabeanan dan cukai, dan ertambangan dan pelayanan umum.
“Bahkan ICW meneliti dalam kurun waktu enam bulan yaitu Januari hingga 30 Juni 2017 mencatat ada 226 kasus korupsi dengan jumlah tersangka 587 orang dengan menelan kerugian negara sebesar Rp 1,83 triliun dan nilai suap sebesar Rp 118,1 miliar. Itupun belum termasuk hitungan kasus dan nilai sepanjang tahun 2017,” tuturnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)










