SERANG – Proses penataan Kawasan Banten Lama atau Kesultanan Banten terus dimatangkan. Bahkan, rencananya tim arsitektur Ridwal Kamil akan dilibatkan dalam pematangan konsep penataan kawasan cagar budaya tersebut.
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dalam usai menghadiri salah satu acara di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) membenarkan hal tersebut. “Kita nanti dibantu tim arsitektur dari Bapak Walikota Bandung,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan tim arsitektur Ibukota Jawa Barat tersebut lantaran punya kesamaan tanggungjawab moral dalam menjaga warisan budaya leluhur Banten. “Beliau ingin membantu bukan atas dasar finasial semata, tapi mereka juga merasa memiliki bagaimana bersama-sama membenahi Keraton Kesultanan Banten Lama,” katanya.
Namun demikian, keterlibatan tersebut belum ada kesepakatan secara resmi. Terlebih Pemprov Banten masih melakukan proses identifikasi masalah dan kebutuhan dalam proses penataannya. “Nanti kita lihat dulu mana yang kita butuhkan, mereka bisa bantu. Kita menghimpun seluruhnya biar sesuai karena kita bukan membangun seperti Keraton Surosowan, tapi bagaimana merekonstruksi Keraton Surosowan titiknya ada di mana, bangunannya seperti apa biar masyarakat bisa tahu,” kata Andika.
Mantan anggota DPR RI ini mengatakan, wacana itu muncul ketika Gubernur Wahidin Halim dan Walikota Ridwal Kamil bertemu di satu kesempatan acara di Balai Kota Bandung belum lama ini. “Pak Gubernur dan Pak Walikota Bandung pada saat pertemuan ngomong karena tahu gelegarnya revitalisasi Banten Lama ini. Mungkin Pak Ridwal Kamil tertarik ingin membantu karena tadi itu, punya tanggung jawab moral dalam menjaga kelestarian Kesultanan Banten Lama,” katanya.
Andika menyebut, saat ini proses penataan sudah dimulai dengan melakukan perbaikan akses jalan menuju Kawasan Banten Lama. “Sekarang sudah kita mulai dengan membangun jalan ke sana, termasuk jalan-jalan lingkungan ke sana,” katanya.
Kata dia, penataan tersebut sebagai bentuk untuk melestarikan cagar budaya sekaligus meningkatkan potensi pariwisata tempat yang sudah menjadi ikon Provinsi Banten. “Kita bisa kembangkan pariwisata khususnya religi dan juga mengembangkan aspek penghargaan kepada leluhur kita. Makanya kita agendakan revitalisasi kawasan Kesultanan Banten,” katanya.
Dalam beberapa kesempatan, Gubernur Wahidin Halim menyebut penataan harus menyajikan konsep secara holistik (menyeluruh). Apalagi, Banten Lama menjadi tempat bersejarah dan wajah dari peradaban Banten pada masa kejayaannya.
Pria yang akrab disapa WH ini menginginkan proses revitalisasi kawasan wisata religi Banten Lama yang berlokasi di Kecamatan Kasemen, Kota Serang dapat menghilangkan stigma kumuh di kawasan tersebut. “Jadi yang kumuh kita mau rapikan, yang kotor kita bersihkan. Kita sebagai warga Banten yang keturunan sultan, kita punya tanggung jawab moral, masak kita mau biarkan kumuh gitu. Kalau dibiarkan bikin malu,” katanya.
Kata dia, salah satu sektor yang difokuskan untuk pembangunan di wilayah tersebut yakni perbaikan jalan masuk dan penataan beberapa kawasan kumuh milik warga. “Sekarang sudah mulai jalan,” katanya. (Supriyono/RBG)









