CILEGON – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon dinilai lamban untuk memberikan pelayanan terhadap pasiennya. Seorang warga asal Kecamatan Ciwandan mengaku harus menunggu berjam-jam agar dapat diperiksa oleh dokter jaga, padahal pendaftaran dan nomor urut antrean telah masuk kedalam ruang dokter itu.
Ditemui Radar Banten Online di RSUD Cilegon pada Rabu (17/1), Meli nama warga tersebut mengaku sudah datang ke RSUD Kota Cilegon sekira pukul 07.30 pagi WIB. Setelah berdesak-desakkan dengan calon pasien lainnya ia berhasil menulis namanya di selembar kertas untuk menunggu mendapatkan nomor antrean pendaftaran.
Dari lantai dasar tempat mendaftarkan nomor antrean ia pindah ketahapan selanjutan ke loket 1 dan kemudian setelahnya bergegas ke lantai tiga dimana lokasi poli THT (telinga hidung tenggoran) berada, kurang lebih sekira pukul 08.40 WIB. Namun saat ia menyerahkan bukti pendaftaran itu beberapa perawat mengatakan dokter THT masih menangani pasien lainnya yang sedang operasi.
Alhasil dokter baru datang keruang THT sekira pukul 11.00 WIB dan ia baru dapat masuk sesuai nomor antreannya pada pukul 11.30 WIB. “Dari jam 7.30 sejak mengurus pendaftaran saya baru bisa mendapatkan pelayanan jam 11.30. Sangat lama sekali, sampai ngantuk menunggunya,” ujarnya.
Meli yang mangku sebagai pasien umum atau bukan pengguna BPJS Kesehatan ini berharap pemerintah dapat memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan apalagi RSUD Cilegon dikelola oleh pemerintah daerah. “Saya punya anak bayi terpaksa dititipin ke rumah neneknya dulu, kan kasihan dari pagi sampai siang gini belum mendapatkan asi. Hal seperti ini jangan sampai diabaikan oleh pemerintah,” tuturnya.
Terpisah, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Cilegon Sri Rustiati mengakui jika seorang dokter spesialis yang berada di RSUD Cilegon tidak dapat langsung segera keruang poli. Tapi ada beberapa kewajiban lainnya juga yang menjadi tanggungjawabnya.
“Memang biasanya mereka tidak bisa langsung ke poli. Kalau ada tindakan operasi, operasi dulu. Sehingga memang teman-teman itu tidak bisa, padahalkan standarnya 60 menit terlayani. Kendala kita itu tidak punya waktu yang cukup luas. Pendaftaran dari jam 8 sampai jam 2, kalau di rumah sakit lainkan dari jam 8 sampai sampai sore bahkan malam,” ucapnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)










