SERANG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten diharapkan tidak hanya mengandalkan sektor pajak dalam meraup pendapatan asli daerah (PAD). Aset yang dimiliki oleh Pemprov Banten pun dinilai berpotensi datangan PAD jika dioptimalkan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Harian Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten Budi Prajogo. “Misalnya waduk, itu bisa datangkan PAD jika dikelola dengan baik,” kata Budi, Minggu (25/2).
Budi menjelaskan, DKI Jakarta sangat membutuhkan pasokan air bersih, dan hal tersebut menjadi peluang bagi Pemprov Banten untuk mendambah pendapatan asli daerah dari sektor lain.
Keberadaan waduk selain untuk mengatasi ancaman banjir, juga bisa menjadi usaha pemerintah sektor penyediaan air bersih.
“Saat ini kita sedang punya proyek waduk karian di Lebak dan waduk sindangheula. Nah dua waduk ini bisa dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.
Bahkan waduk karian akan menjadi salah satu waduk terbesar di Indonesia. “Jika benar-benar dikelola baik, banyak hal dari waduk itu yang bisa jadi sumber PAD,” kata Budi.
Pemerintah daerah perlu mempersiapkan hal itu dari sekarang, agar ketika proyek itu sudah rampung, konsep pengelolaan untuk hasilkan pendapatan pun sudah selesai dan bisa dijalankan.
Sementara itu, Kepala Bapenda Provinsi Banten Opar Sopari menjelaskan, target pendapatan tahun 2018 mencapai Rp 10,365 triliun. Paling besar sumber berasal dari pajak kendaraan bermotor (PKB) dan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Sisanya dari dana perimbangan serta sejumlah sektor pendapatan lainnya.
“Soal usulan dari pak Budi tentu akan kita pertimbangkan, namun yang jangka pendeknya, kita terus optimlkan sumber yang ada,” katanya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)










